Jumat, Oktober 23, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Kisah Pekerja Thaka Sukses Mandiri Asal Jambi, Bertahun Jalani Derita Kecelakaan Kerja

Kisah Pekerja Thaka Sukses Mandiri Asal Jambi, Bertahun Jalani Derita Kecelakaan Kerja

Jagariau – PEKANBARU – Isak tangis tak kuasa disembunyikan Lindawati (52), saat menceritakan kondisi putranya, Adzan Agustian (22), yang kini mengalami cacat permanen akibat kecelakaan kerja di PT Thaka Sukses Mandiri, Kabupaten Kampar, Riau.

Sekujur tubuh Adzan dipenuhi bekas luka bakar. Jari jari kedua kakinya tak lagi utuh. Tangan kirinya berubah bentuk, sementara luka juga membekas di punggung, paha dan kedua lututnya.

Bagi Linda, peristiwa yang terjadi pada 5 September 2024 itu telah mengubah masa depan anaknya. Ia kini menuntut kejelasan dan keadilan agar hak Adzan sebagai pekerja dapat dipenuhi.

“Kami orang miskin, tidak tahu harus minta tolong pada siapa. Kami berharap ada yang mau membantu agar anak kami mendapatkan hak-haknya dan meluruskan kronologi kejadian sebenarnya,”kisah Linda dengan suara bergetar.

Linda mengaku saat kejadian dirinya tidak berada di lokasi. Ia baru mengetahui musibah tersebut setelah mendapat kabar bahwa Adzan mengalami kecelakaan dan harus menjalani perawatan di rumah sakit di Pekanbaru.

Keluarga kemudian berangkat dari Jambi untuk menemani Adzan yang menjalani perawatan selama sekitar satu bulan di Rumah Sakit Mesra sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Sudirman.

Menurut Adzan, kecelakaan terjadi ketika dirinya sedang menjalani lembur di area produksi kayu pelet. Ia menginjak tumpukan serbuk kayu yang ternyata masih menyimpan bara dibagian bawah.

“Begitu terinjak, langsung terbakar. Kami menyelamatkan diri sendiri karena badan sudah penuh api,”kata Adzan.

Akibat kejadian itu, Adzan mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh dan harus menjalani operasi serta pencangkokan kulit.

Kini, ia mengaku tangannya tidak dapat bergerak normal dan masih merasakan sakit pada bagian kaki.

Persoalan kemudian muncul saat Adzan mengurus klaim kecelakaan kerja. Ia mengaku diminta membuat kronologi berbeda yang menyebut kecelakaan terjadi di rumah, bukan di lingkungan perusahaan.

“Saya terpaksa mengikuti perintah. Kronologinya dibuat seperti apa, kami tinggal menyalin,”ujarnya.

Adzan mengaku selama hampir dua tahun memilih diam karena takut kehilangan pekerjaan. Namun kini ia bersama keluarganya memilih memperjuangkan haknya.

“Saya pasrah kalau memang harus dipecat. Tapi saya menuntut hak saya sebagai pekerja,”ucapnya sembari menahan rasa perih.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PT Thaka Sukses Mandiri.* (Laras)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments