Jagariau – Sebagian orang mungkin mengira aliran listrik akan terhenti sepenuhnya saat perangkat elektronik dimatikan. Faktanya, beberapa peralatan rumah tangga tetap mengonsumsi daya selama colokannya masih menancap pada stopkontak.
Kondisi ini dikenal sebagai vampire load, standby power, atau listrik siaga, ketika pemakaian energi listrk terus berjalan meskipun perangkat tidak sedang dipakai. Meski daya yang terserap tergolong kecil, akumulasi dari pemakaian konstan ini lama-kelamaan akan mendongkrak pengeluaran tagihan listrik bulanan.
Hal itu terjadi karena perangkat perangkat tersebut masih memerlukan aliran listrik untuk menunjang fitur pelengkap, seperti lampu indikator, sensor, sistem operasional, serta konektivitas. Lantas, apa saja enam elektronik yang sedot listrik meski sudah dimatikan tersebut?
7 elektronik rumah yang sedot listrik meski dimatikan
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini setidaknya enam elektronik yang masih menyedot listrik besar dalam kondisi standby power:
1. AC
Dikutip dari Kompas.com (14/5/2026), AC dapat menarik daya listrik dalam jumlah besar meski tampak sudah dimatikan.
Konsumsi listrik dalam kondisi siaga dapat berkisar mulai dari 0,6 watt sampai dengan 10 watt. Daya siaga pada AC biasanya digunakan untuk sensor remot, sistem kontrol, atau pengaturan yang tersimpan di perangkat.
2. TV modern dan set-top box
Meski layarnya telah padam, televisi modern sebenarnya masih mengonsumsi daya listrik karena posisinya siap menerima sinyal dari remot. Pada mode siaga (standby), konsumsi energi TV biasanya berada di kisaran 1 hingga 5 watt. Khusus untuk smart TV, penyerapannya bisa lebih banyak. Sebab, perangkat tersebut seringkali tetap menjalankan proses seperti menjaga koneksi internet maupun melakukan pembaruan sistem.
Dilansir dari Kompas.com (20/5/26), set-top box televisi merupakan salah satu perangkat elektronik yang juga menyedot listrik dalam kondisi siaga. Perangkat itu terus menyedot listrik untuk menjaga koneksi sinyal, menyimpan pengaturan, dan menyiapkan layanan sehingga bisa langsung digunakan saat televisi dinyalakan. Kira-kira, konsumsi listrik yang diperlukan set-top bos saat tidak aktif berkisar antara 10 watt sampai dengan 30 watt.
3. Laptop dan komputer desktop
Perangkat komputer, baik laptop maupun PC desktop, tetap menyedot arus listrik meskipun berada dalam mode sleep, hibernate, atau sekadar tersambung pada sumber daya. Besaran daya yang terserap cukup bervariasi mulai dari di bawah 1 watt hingga mencapai 20 watt, bergantung pada spesifikasi perangkat dan konfigurasi dayanya.
Secara umum, komputer desktop mencatatkan konsumsi energi siaga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan laptop.
4. Router WiFi dan modem internet
Demi menjaga koneksi internet tetap terhubung tanpa putus, router WiFi dan modem biasanya dibiarkan menyala secara terus-menerus. Akibat beroperasi selama 24 jam nonstop, kedua perangkat ini konsisten menyedot daya listrik meskipun sedang tidak digunakan secara aktif. Walaupun konsumsi dayanya relatif kecil kisaran 5 hingga 10 watt, penggunaan yang tanpa henti ini tetap berdampak pada akumulasi tagihan listrik jangka panjang, bahkan saat penghuni rumah tidur atau bepergian.
5. Speaker aktif dan sistem audio
Meskipun tidak sedang memutar suara, perangkat audio seperti speaker, soundbar, maupun sistem home theater tetap dapat mengonsumsi listrik selama kabelnya menancap pada stopkontak. Hal tersebut disebabkan oleh sebagian komponen elektronik di dalamnya yang tetap beroperasi dalam mode standby. Kebutuhan daya siaganya umumnya berkisar antara 5 hingga 10 watt, yang difungsikan untuk menjaga fitur-fitur tertentu agar selalu siap digunakan kapan saja secara instan.
6. Microwave, oven, dan mesin kopi dengan jam digital
Microwave, oven listrik, dan mesin kopi yang memiliki jam digital tetap membutuhkan listrik untuk menampilkan waktu atau menjaga pengaturan
Konsumsi listriknya umumnya berkisar 1-5 watt. Perangkat dengan panel digital sebaiknya dicabut saat tidak digunakan dalam waktu lama, terutama jika hanya dipakai sesekali.
7. Pengecas ponsel dan elektronik kecil
Alat untuk mengecas ponsel, tablet, jam pintar, atau perangkat elektronik kecil tetap dapat menarik daya listrik meski tidak sedang digunakan untuk mengisi baterai. Konsumsi listrik pengecas tersebut dalam kondisi terpasang umumnya berkisar 0,2 watt hingga 2 watt. Angkanya memang terlihat kecil, tetapi penggunaan banyak charger yang terus menempel di stop kontak dapat menambah konsumsi listrik harian.*











