Jagariau – PEKANBARU – Mulutmu harimaumu. Itulah pribahasa yang tepat ditujukan kepada Walikota Dumai, Paisal. Dengan ucapan Bakar KSOP dianggap sebagai ancaman besar akan pembakaran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai saat aksi unjuk rasa buruh pelabuhan.
Laporan tersebut diterima Kepolisian Resor (Polres) Dumai pada Ahad (14/6/26) dan kini tengah ditangani dengan pendampingan Polda Riau.
“Sudah dilaporkan ke Polres Dumai dan kami melakukan koordinasi serta asistensi terhadap penanganannya,”ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, Senin (15/6/26).
Ia menyebut, laporan diajukan kelompok masyarakat yang terdiri atas buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Dumai.
Kini, Kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana dalam pernyataan tersebut.
“Laporannya terkait ucapan yang bagi pelapor kurang berkenan. Apakah masuk pencemaran nama baik atau unsur lain, masih kami dalami,”ujarnya.
Ditambahkan Hasyim, hingga kini terlapor belum dimintai keterangan karena laporan baru diterima. Polisi akan melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak.
Berdasarkan informasi, peristiwa ini berawal dari aksi unjuk rasa Aliansi Buruh Kota Dumai di depan Kantor KSOP Dumai pada 2 Juni 2026 lalu.
Ratusan buruh memblokade akses pelabuhan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan baru KSOP yang dinilai diterbitkan secara sepihak.
Dalam aksi tersebut, terlapor bersama sejumlah anggota DPRD Dumai menemui massa dan menyatakan dukungan terhadap tuntutan buruh. Ia menilai KSOP tidak menghormati kesepakatan dengan Pemerintah daerah.
Kekecewaan terlapor memuncak setelah Kepala KSOP Dumai tidak hadir menemui massa karena disebut sedang berada di Jakarta. Ia juga mengaku tidak mendapat respons atas upaya komunikasi sebelumnya.
“Saya hubungi tidak dibalas. Saya sangat kecewa. Kalau ada surat keluar lagi hari ini, mohon maaf kita akan bakar KSOP ini,”ujarnya.
Sementara dalam video beredar, Paisal menyampaikan klarifikasinya dan permohonan maaf atas pernyataan yang menimbulkan beragam pendapat di masyarakat.
Dalam narasi yang tertulis disebutkan ucapan bakar yang terlontar merupakan bentuk kekecewaan atas situasi yang terjadi, dan bukan ajakan untuk berbuat anarkis.
Divideo itu, Paisal menyampaikan pemicu dari bergolaknya Kota Dumai saat ini adalah beredarnya surat KSOP tanggal 31 Desember 2025. Dimana surat itu tidak melibatkan Pemko Dumai, TNI Polri dan lainnya.
Surat itu, kata Paisal, juga tidak ditembuskan kepada Walikota Dumai. Dengan begitu, keberadaan surat tersebut dinilai telah mengangkangi Kota Dumai, dan warga Dumai sehingga Kita Dumai menjadi tidak kondusif.
“Kami mengajak warga Dumai jangan mudah terprovokasi,”himbaunya.
Selain itu, Pemko Dumai menyampaikan dua opsi kepada KSOP. Pertama menarik kembali surat yang telah disampaikan dan menyelesaikan ditingkat Kementerian dan kedua KSOP akan menyelesaikan secara internal, sampai tuntas.
“Kalau opsi kedua tidak selesai, maka kembali ke opsi pertama yaitu akan menyelesaikan di tingkat kementerian,”jelas Paisal.
Paisal berharap kepada koperasi di Medang Kampai dan Sungai Sembilan agar bersama sama menahan emosi dan tidak terpancing isu isu yang beredar.*
Sumber : Cakaplah.com











