Jagariau – BENGKALIS – Sungguh miris, Kabupaten Bengkalis ternyata memiliki 34 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) hanya dalam waktu setengah tahun, tercatat dalam hitungan bulan Januari hingga Mei 2025. Terang saja, hal tersebut sangat mengkhawatirkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ermanto mengatakan, kasus HIV di Bengkalis dalam tiga Tahun terakhir tercatat 182 kasus. Dengan rincian masing masing Tahun 2023, 90 kasus, Tahun 2024, 58 kasus dan Tahun 2025 sebanyak 34 kasus.
“Jadi kasus HIV di Kabupaten Bengkalis saat ini memang sudah mengkhawatirkan. Dari pantauan kami di Dinas Kesehatan memang terjadi sedikit peningkatan, berdasarkan data kita tahun 2023 ada 90 orang, tahun 2024 ada 58 orang, sedangkan tahun 2025, Januari hingga Mei sudah ada 34 orang yang kita temukan,”ungkapnya melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Irawadi.
Dikatakan Irawadi, penularan HIV mengalami perubahan. Biasanya ditularkan dari wanita pekerja seks, namun trennya di Bengkalis berubah. Penularan kasus yang ada di Bengkalis tertular akibat LSL (Lelaki Seks Lelaki) atau homoseksual.
“Berdasarkan data kita per populasi kunci, kasus terbanyak positif itu dari LSL sekitar 90 orang,”terangnya.
Dipaparkannya, penyebaran kasus ini paling tinggi ada di Kecamatan Mandau dan Pulau Bengkalis. Rata rata penderitanya masih dalam kisaran usia produktif, 15 hingga 25 Tahun dan 25 sampai 50 Tahun.
“Bahkan ada mahasiswa. Kasus pertama kita temukan satu, dari satu kita gali agar dia membawa kawannya untuk kita periksa HIV, berdasarkan itu, pengembangan bisa menjadi 10. Namun, data data ini tidak kita sebesarluaskan,”ucap Irawadi.
Ditambahkan Irawadi, Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan dan kegiatan edukasi terhadap penderita HIV. Hal paling penting diingatkan adalah konsumsi obat secara teratur.
“Sebenarnya HIV ini yang paling penting adalah konsumsi obat teratur, kalau makan obat teratur setiap hari, maka virusnya akan stagnan dan tidak akan berkembang,”pungkasnya.*











