Jagariau – DURI – Sungguh malang nasib Suhendra Setiawan yang mengaku salah seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) KK Hang Tuah, Duri. Berawal dari melakukan penarikan uang direkening miliknya melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Kantor Cabang (KC) Sudirman, Duri senilai Rp 300 ribu, Jum’at (10/6/22) sekira pukul 17.00 WIB tanpa disadari berselang satu jam kedepan, uang miliknya kembali raib sebesar Rp 500 ribu. Padahal dirinya merasa tidak pernah melakukan penarikan terakhir.<br><br>
Hal tersebut diketahui saat dirinya mendapat kirim Short Massage Send (SMS) BRI NOTIF melalui telepon genggam dan email melalui operator Bank jika ada dana keluar sebesar Rp 500 ribu sekitar pukul 18 : 04 : 55 WIB dengan jarak sekitar pukul 17.05 dari penarikan pertama, Rp 300 ribu.<br><br>
Akan rancunya sistem di Bank yang dianggap memiliki nasabah terbesar seantero Indonesia dan dianggap aman akan tabungan itu membuat korban kecewa bukan kepalang dan sempat menghubungi pihak Securiti Bank hingga dilakukan pengecekan. Dari hasil pengecekan, tertera jika penarikan dilakukan dua kali dengan nominal berbeda. Rp 300 ribu dan terakhir Rp 500 ribu.<br><br>
“Langsung aja ke CS ya Pak, Hari Senin, sebab besok kantor tutup atau bapak bisa hubungi Call BRI dinomor 14017,”ujar salah seorang Securiti.<br><br>
Ingin terus menuntaskan penasarannya, akhirnya korban mencoba menghubungi Call BRI, namun sayang, nomor yang dituju terus menolak panggilannya dengan nada hubungi kembali hingga berkali kali.<br><br>
“Berkali kali dicoba jawaban operatornya hanya segera hubungi kembali. Layanan apa namanya ini, kedepannya saya kapok nabung di BRI ini, punya nasabah banyak dan ternama kok layanannya seperti ini,”gerutunya.<br><br>
Dikatakan Suhendra, dirinya baru dapat terhubung dilayani operator dengan nomor 021 – 57987400 sesaat setelahnya, namun jawaban mengecewakan kembali diterima. Operator mengarahkannya tetap membuat laporan ke CS dihari kerja dengan terlebih dahulu melakukan print rekening koran.<br><br>
“Percuma saja telepon Call BRI dibuka kalau hanya tetap harus tetap laporan secara manual ke Bank. Sudahlah pulsa terbuang, jawabannya jauh dari harapan. Saya berharap, cukup saya saja yang jadi korban seperti ini, janganlah nasabah lain,”ungkapnya sedih dan berencana mendatangi CS dihari Senin mendatang.(Mel)











