Jagariau – BENGKALIS – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Masjid Al – Ihsan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, Selasa (13/10/26) pagi. Tiga warga binaan pemasyarakatan (WBP) secara resmi menyatakan diri memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan puluhan jema’ah.
Prosesi sakral yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB tersebut disaksikan 65 warga binaan yang tergabung dalam kelompok santri pembinaan keagamaan dilingkungan Lapas Kelas IIA Bengkalis.
Salah seorang warga binaan yang mengikuti prosesi tersebut diketahui bernama Sugeng, bersama dua rekannya. Pengucapan dua kalimat syahadat dipandu langsung oleh Ustadz Firdaus, Lc dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan aman. Prosesi itu turut mendapat pengawasan dari Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Kewaspadaan, staf terkait, serta petugas jaga Lapas Kelas IIA Bengkalis.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono menyambut baik keputusan ketiga warga binaan tersebut. Ia berharap momentum ini menjadi titik awal perubahan positif dalam kehidupan mereka.
“Perubahan dan kebaikan bisa dimulai kapan saja. Semoga langkah yang diambil oleh saudara kita ini menjadi awal perjalanan hidup yang lebih baik, dan menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan lainnya untuk senantiasa berjuang memperbaiki diri,”ujarnya.
Menurutnya, pembinaan kepribadian dan keagamaan merupakan bagian penting dari proses pembinaan warga binaan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran diri, nilai-nilai moral, serta semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Bengkalis dalam memberikan pembinaan rohani kepada warga binaan, agar mereka memiliki bekal spiritual dan motivasi positif selama menjalani masa pembinaan hingga nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Momentum pengucapan dua kalimat syahadat tersebut diharapkan menjadi awal perjalanan baru bagi ketiga warga binaan, sekaligus pengingat bahwa kesempatan untuk memperbaiki diri selalu terbuka.*











