Jagariau – DURI – Penderitaan ribuan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Terubuk (TT) Cabang Duri dan sekitarnya tampak terus berlanjut. Pengerjaan perbaikan pompa air yang menghantarkan air dari sumber air baku di Sungai Rangau hingga kini, Ahad (25/5/25) tak kunjung usai.
Mirisnya, pasokan air baku yang dikirim dari waduk milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) 125, tak lebih dari 18 hingga 20 Liter/detik saja.
Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang PDAM TT Cabang Duri dan sekitarnya, Darwin Ginting, Ahad (25/5/25). Menurut kabar yang diterima pihaknya dari perwakilan PT PHR pada Ahad pagi, tinggi air di waduk Kilometer 125 sudah dibawah toleransi pompa dan sudah tidak bisa memompa lebih lagi dan pasokan air baku dari Sungai Rangau belum ada dikarenakan masih dalam perbaikan pompa.
“Tinggi air di waduk Kilometer 125 sudah dibawah toleransi pompa, pompa sudah tidak bisa memompa lebih lagi. Pasokan air baku dari sungai Rangau belum ada karena masih dalam perbaikan pompa,”ujarnya menembuskan jawaban via aplikasi WhatsApp (WA).
Dikatakan Darwin, pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan seluruh pelanggan.”Kami memang jauh belum baik melayani pelanggan, namun kami akan terus berbenah demi memberikan layanan terbaik,”ucapnya.
Forum pelanggan PDAM TT Cabang Duri dan sekitarnya, Suhendra mengisahkan, sejak terganggunya mesin pompa milik PHR yang menjadi satu satunya akses penghubungan air baku dari Sungai Rangau ke Waduk Kilometer 125, ribuan pelanggan terus mengalami penderitaan mendalam. Ekstremnya, masyarakat yang kerap bergantung dengan pasokan air milik BUMD itu bahkan harus melakukan aksi horor dalam memenuhi kebutuhan air bagi keluarganya dengan memanfaatkan air yang tak layak pakai.
“Bahkan, banyak usulan pemutusan dikarenakan emosi pelanggan hingga tak jarang staf kantor harus mendapatkan ancaman serius dari pelanggan yang menganggap PDAM tidak serius memperjuangkan hak pelanggan meski telah membayar mahal tarif air yang subsidinya telah dicabut pemerintah,”ungkapnya.*











