Jagariau – DURI – Ditengah euforiau Sempena Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke – 81, ternyata Kabupaten Bengkalis belum merdeka dari praktik maksiat.
Salah satunya di Kecamatan Bathin Solapan, generasi penerus bangsa belum seutuhnya merdeka dari maksiat disepanjang wilayah Kecamatan pemekaran dari Kecamatan Mandau itu.
Dengan semangat kemerdekaan, ternyata terselip perayaan maksiat dalam menyambut HUT kemerdekaan yang ditaja pada Senin (17/8/26).
Tak tanggung tanggung, sejumlah KTV dan Bar diwilayah Kecamatan itu menggelar party maksiat dengan dentuman musik memekakkan telinga hingga pemujanya mandi keringat.
Mustahil bagi penikmatnya dijauhkan dari praktik obat obatan terlarang hanya demi mengejar shahwat dunia.
Namun sayang, pihak terkait terkesan tutup mata dan terkesan membiarkan praktik maksiat itu beeoperasi hingga dinihari.
Camat Bathin Solapan, Muhammad Rusydy saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu terkait maraknya praktik maksiat diwilayah yang dipimpinnya itu melalui aplikasi WhatsApp ponsel genggamnya tak kunjung berbalas. Hal tersebut tentu saja menggambarkan ketidakmampuan jajarannya untuk menertibkan aksi syurga dunia negatif tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah titik praktik maksiat disepanjang Jalan Lintas Duri – Dumai didalam wilayah Kecamatan Bathin Solapan tampak tumbuh subur baik jamur dimusim penghujan.*











