Jagariau – PEKANBARU – Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penganiayaan terhadap Sefrianra Reza yang diduga dilakukan oleh oknum karyawan salah satu blBank Plat merah di Pekanbaru berinisial SA.
Dirreskrimum Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan menegaskan, saat ini kasus terus masih berjalan, dan penyidik masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.
“Penyidik sudah periksa delapan orang saksi. Tapi sampai saat ini belum ada saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Saat ini penyidik masih fokus mencari saksi yang mengetahui kejadian dugaan penganiayaan itu,”ujar Asep, Rabu (11/1/2023).
Asep juga menerangkan, terlapor memang merupakan karyawan Bank milik negara di Pekanbaru. Sedangkan pelapor juga rekan kerja dari terlapor.
“Iya terlapor karyawan (Bank). Pelapor juga karyawan (Bank), mereka sama-sama rekan kerja antara terlapor dan pelapor,”terangnya.
Diungkapkan Asep, terkait mobil milik korban yang diduga dirampas oleh diduga pelaku yang berinisial SA.”Mobil itu ada pernyataan pemilik mobil, diserahkan sebagai jaminan untuk hutang yang akan dibayar 9 Desember 2022 lalu. Surat pernyataannya juga ditanda tangani oleh pelapor,”terangnya.
Terpisah, itu kuasa hukum korban, Darussalim meminta agar pimpinan Bank tempat mereka bekerja mengambil tindakan yang tegas terhadap terduga pelaku yang diduga telah menganiaya kliennya.
“Harapan kita kepada pimpinan Kanwil (Bank) agar menindak tegas dan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan. Karena dia juga diduga telah menggunakan mobil (Bank) Cabang Bangkinang BA 1*** IM untuk melakukan tindakan penganiayaan terhadap korban,”pintanya.
Darussalim juga meminta agar mobil yang dirampas oleh terduga pelaku segera dikembalikan, mengingat mobil yang dirampas tersebut bukan milik korban.
“Sampai hari ini, kita telah menyampaikan kepada yang bersangkutan bahwa mobil diduga dirampas segera dikembalikan. Jelas itu bukan mobil milik korban. Kita minta penyidik agar membantu mobil tersebut segera dikembalikan kepada pemiliknya,”pintanya.
Ditambahkan Darussalim, penganiayaan terjadi pada Rabu (29/11/22). Bermula saat korban bertenu dengan istri diduga pelaku di salah satu kafe di Jalan Delima, Pekanbaru.
“Kita sudah laporkan sejak 1 Desember 2022 lalu. Kita juga sudah melakukan olah TKP bersama penyidik beberapa waktu yang lalu di tempat kejadian,”tutupnya.(hen/Ckp)











