Jagariau – PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau membidik pembangunan gedung pelayanan ibu dan anak setinggi 12 lantai di kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Pekanbaru, tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pembangunan gedung tersebut direncanakan memanfaatkan dana hasil pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Arifin Achmad. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Riau mendorong kemandirian pengelolaan rumah sakit daerah agar mampu mengembangkan fasilitas pelayanan kesehatan melalui pendapatan yang dihasilkan sendiri.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, Kamis (29/10/26) mengatakan, rencana pembangunan gedung 12 lantai itu didukung kinerja pengelolaan BLUD RSUD Arifin Achmad yang dinilai menunjukkan hasil positif.
Menurutnya, kerja keras jajaran manajemen dan tim BLUD telah memberikan hasil yang diharapkan dapat dimanfaatkan kembali untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas fasilitas pelayanan kesehatan dirumah sakit tersebut.
“Terus terang, RSUD Arifin Achmad ini kerja kerasnya luar biasa, baik tim maupun BLUD-nya. Hasilnya dimanfaatkan untuk membangun sendiri. Jadi, kami mengusahakan agar APBD tidak digunakan untuk pembangunan gedung 12 lantai itu,”ujarnya SF Hariyanto.
Ia menjelaskan, upaya tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi rumah sakit milik Pemerintah daerah untuk lebih mandiri dalam mengelola pendapatan dan membiayai pengembangan fasilitasnya.
Dengan pola pengelolaan tersebut, rumah sakit diharapkan tidak selalu bergantung pada alokasi anggaran pemerintah daerah untuk meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan.
Pemprov Riau juga berharap konsep kemandirian BLUD dapat diterapkan di rumah sakit daerah lainnya, termasuk RSUD Petala Bumi dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan.
SF Hariyanto menegaskan, rumah sakit yang telah menerapkan pola pengelolaan BLUD diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pendapatan serta memanfaatkannya secara berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan fasilitas.
“Kemandirian BLUD inilah yang kami harapkan. BLUD bisa membangun dirinya sendiri. Kami berharap RSUD Petala Bumi dan Rumah Sakit Jiwa Tampan yang juga memiliki BLUD dapat menghidupi dirinya sendiri,”tutupnya.
Rencana pembangunan gedung pelayanan ibu dan anak setinggi 12 lantai tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengembangan layanan kesehatan di Riau. Namun, realisasi pembangunan tetap bergantung pada kesiapan perencanaan, kemampuan keuangan BLUD, serta tahapan pelaksanaan yang ditetapkan.*











