Jagariau – MERANTI – Dugaan temuan kasus suspek atau dugaan penyakit Monkeypox (Mpox) membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) bertindak dengan mengeluarkan himbauan agar masyarakat tenang dan selalu waspada.
Pelaksana tugas (Plt) Kadinkes Kepulauan Meranti, Ade Suhartian mengatakan, penemuan dua kasus diduga Mpox itu terjadi pada tanggal 17 dan 18 September 2025.
Menurutnya, kedua kasus tersebut menunjukkan gejala yang sesuai dengan definisi suspek Mpox berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI). Dari dua kasus itu, satu pasien yang sempat menjalani perawatan di UPT RSUD Meranti meninggal dunia pada 20 September 2025 setelah empat hari dirawat.
Sementara satu pasien lainnya hingga kini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah, setelah sebelumnya tiga hari dirawat di RSUD, dan masih dalam pemantauan tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas.
“Saat ini kedua sampel kasus suspek Mpox sedang dalam proses pemeriksaan laboratorium. Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait,”ujarnya.
Dijelaskan Ade, Mpox merupakan infeksi zoonotik yang disebabkan oleh virus Monkeypox (MPXV). Untuk gejala diantaranya demam, ruam kulit (papula, vesikula, pustula), pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati), nyeri otot, sakit kepala, dan rasa lemas.
Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan lesi kulit, cairan tubuh, droplet pernapasan, maupun benda yang terkontaminasi.
Dikesempatan itu, Ade juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Kami mengingatkan masyarakat agar menghindari kontak kulit ke-kulit dengan orang yang memiliki gejala, termasuk kontak seksual, rajin mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer, membersihkan permukaan atau benda yang sering disentuh, menggunakan masker, serta menerapkan etika batuk,”paparnya.
Selain itu, Ade menekankan agar masyarakat segera melakukan isolasi mandiri dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala mirip Monkeypox.
“Kami minta masyarakat tetap waspada, namun jangan panik. Dinas Kesehatan bersama fasilitas kesehatan terus bekerja melakukan pengawasan dan penanganan. Sekali lagi kami pastikan, bahwa ini baru suspek belum dipastikan hingga hasil laboratorium keluar,”ucapnya mengakhiri.*











