Jagariau – DURI – Kabupaten Bengkalis sedang tidak baik baik saja ternyata terbukti. Setelah dikabarkan TPP ASN dan upah honorer nya belum dibayarkan hingga dua bulan hingga terjadinya tunda bayar terhadap rekanannya, kini tarif air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Terubuk (TT) Bengkalis merangsek naik hampir 100 persen.
Namun anehnya, kenaikan tersebut tidak disosialisasikan dengan baik hingga tak diketahui pelanggan diwilayah cabang hingga dianggap pendzoliman ditengah kondisi sulit, pelayanan PDAM TT Cabang Duri yang jauh dari kata baik.
“Tega sekali Ibuk Bupati menaikkan tarif air ditengah kondisi yang kurang baik ini. Dzolim namanya. Sudah pasokan air sering mati, bukannya pengurangan pembayaran yang kami dapat, tapi kenaikan yang lumayan tinggi,”keluh salah seorang pelanggan, Mairin.
Ditambahkan Mairin, khusus dikawasan sulit air untuk Kelurahan Gajah Sakti dan Duri Timur, pasokan air terus digilir. Namun pembayaran tetap tidak berubah, bahkan pembayaran seperti saat ini.”Sudahlah kami sulit, malah semakin dipersulit,”ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur PDAM TT Bengkalis, Abel Iqbal melalui Kepala Bagian Hubungan langganan (Kabag Hubla), Syahrial saat dikonfirmasi, Selasa (4/2/25) membenarkan kenaikan tarif tersebut.
“Benar, sebelumnya kami sudah sosialisasi melalui sejumlah media. Untuk dasar kenaikan tarif ini merujuk kepada subsidi PDAM yang sudah tidak ada lagi ditahun 2025 ini. PDAM dintutut mandiri dalam perjalanannya,”jelasnya.
Dikatakannya, sebenarnya PDAM berharap besar dengan sistem Durolis yang sudah jalan di Rohil dan Dumai, khusus untuk wilayah Cabang Duri, namun dikarenakan pihak Provinsi yang terkesan belum siap, terpaksa harus bersabar menunggu pengoperasiannya.
“Sebenarnya untuk Kabupaten Bengkalis sudah siap, namun kabarnya pihak Provinsi yang belum siap, tidak Taulah apa penyebabnya,”kisahnya mengakhiri.*











