Jumat, September 4, 2026
Beranda Riau DURI 4 Jam Penentu Keselamatan, SPPG di Bengkalis Diminta Tak Lalai

4 Jam Penentu Keselamatan, SPPG di Bengkalis Diminta Tak Lalai

Jagariau – DURI – Tingginya resiko keracunan yang ditimbulkan, para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta meningkatkan kedisiplinan dalam pengelolaan dan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait batas waktu makanan sejak selesai dimasak hingga dikonsumsi oleh penerima manfaat. Khusus di Bengkalis diminta menekan angka keracunan, bahkan meminimalisir.

Prinsip “Rules of Four Hours” harus menjadi perhatian serius seluruh pengelola SPPG. Makanan MBG harus dipastikan dikonsumsi maksimal empat jam setelah makanan selesai dimasak atau matang. Ketepatan waktu produksi, distribusi, hingga konsumsi menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat.

Tak hanya soal waktu konsumsi, aspek transparansi dan keterlacakan makanan juga harus diperkuat.

Setiap omprengan atau wadah makanan wajib diberikan label yang mencantumkan waktu produksi atau waktu makanan selesai dimasak. Dengan demikian, waktu produksi dapat diketahui secara jelas dan setiap tahapan distribusi dapat dilakukan secara lebih terukur serta mudah dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut diungkapkan pengamat kesehatan, Armansyah SKM, Jum’at (4/9/26). Menurutnya, bukan hanya sekadar persoalan administrasi. Setiap kelalaian dalam pengelolaan makanan dapat memiliki konsekuensi serius apabila terjadi berulang dan menimbulkan dampak terhadap penerima manfaat.

“Pengelola SPPG diminta tidak menganggap remeh setiap pelanggaran SOP. Kelalaian yang terakumulasi, apabila memenuhi unsur unsur yang ditentukan dalam peraturan perundang undangan, dapat berujung pada konsekuensi hukum, termasuk pidana,”ujarnya berpesan.

Dikatakan Arman, dirinya menekankan empat jam bukan sekadar angka, namun menyangkut keamanan makanan, keselamatan penerima manfaat, serta tanggung jawab hukum pengelola.

“Jangan tunggu terjadi masalah baru melakukan evaluasi. Pastikan setiap makanan tercatat waktu produksinya, terjaga proses distribusinya, dan dikonsumsi sesuai batas waktu yang ditetapkan,”pungkasnya.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments