Jagariau – JAKARTA – Kabupaten Bengkalis kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung nasional. Komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam membangun keluarga berkualitas mendapat pengakuan melalui penghargaan Parasamya Karya Kencana yang diterima langsung Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/11/26).
Prestasi ini bukan sekadar penghargaan biasa. Kabupaten Bengkalis tercatat sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Riau yang berhasil meraih apresiasi tersebut. Ditingkat Nasional, penghargaan serupa hanya diberikan kepada 12 Kabupaten/Kota.
Capaian ini menjadi bukti pengakuan atas keseriusan Pemkab Bengkalis dalam mendukung keberhasilan Program Keluarga Berencana (KB) serta pembangunan keluarga melalui program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Bagi Kasmarni, penghargaan ini sekaligus mempertegas konsistensi pembangunan keluarga yang terus diperkuat di Negeri Junjungan. Sebelumnya, pada 2024, Kasmarni juga menerima penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN.
Artinya, dalam kurun waktu dua tahun, Bupati Kasmarni kembali mencatatkan prestasi nasional di bidang pembangunan keluarga dan program Keluarga Berencana.
Bupati Bengkalis, Kasmarni menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Namun, ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan semata-mata capaian seorang kepala daerah, melainkan buah dari kerja bersama seluruh elemen yang terlibat.
“Alhamdulillah, penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program Keluarga Berencana di Kabupaten Bengkalis. Namun, yang paling utama bukanlah penghargaan yang kita terima, melainkan bagaimana program ini benar-benar memberikan manfaat dan berdampak nyata bagi masyarakat,”ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan keluarga merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Karena itu, program KB tidak boleh hanya dipandang sebagai upaya pengendalian jumlah penduduk, tetapi harus menjadi instrumen penting dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, mandiri, dan berkualitas.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan tidak hanya sebatas kegiatan, tetapi benar-benar mampu menghadirkan keluarga yang sehat, harmonis, mandiri, dan berkualitas. Sebab, keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang unggul sebagai modal utama pembangunan daerah,”tegasnya.
Kasmarni juga mengapresiasi kepada seluruh perangkat daerah, tenaga penyuluh KB, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat yang selama ini telah mengambil bagian dalam menyukseskan program KB di Kabupaten Bengkalis.
Ia berharap, penghargaan yang diraih pada 2024 dan 2026 tidak berhenti sebagai catatan prestasi semata. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi pemacu semangat untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Kedepan, kami akan terus berupaya meningkatkan pelayanan dan memperkuat program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Harapan kita, keluarga di Kabupaten Bengkalis semakin berkualitas dan generasi penerus semakin siap menghadapi tantangan masa depan,”tutupnya.
Penghargaan Parasamya Karya Kencana ini menjadi lebih dari sekadar tambahan daftar prestasi Kabupaten Bengkalis. Dibalik pengakuan nasional tersebut, tersimpan pesan penting bahwa pembangunan daerah yang berkelanjutan harus berawal dari keluarga.
Sebab, keluarga yang kuat dan berkualitas merupakan fondasi lahirnya generasi unggul, yang kelak menjadi penentu masa depan daerah dan bangsa.
Turut mendampingi Bupati Bengkalis dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Bengkalis, dr. Ersan Saputra TH, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkalis, M. Thaib, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkalis, Paulina, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ermanto, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bengkalis, Adi Pranoto, Direktur RSUD Bengkalis, dr. Azahari Effendi, Kabag Umum Setda Bengkalis, Kevin Rafizariandi, serta Kabag Prokopim Setda Bengkalis, Syafrizal.*











