Jagariau – BENGKALIS – Tembok penjara bukan penghalang untuk meraih pendidikan. Komitmen membuka kesempatan kedua bagi warga binaan dibuktikan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis melalui penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Paket C, Jumat (30/10/26).
Program yang dimulai sekira pukul 09.00 WIB tersebut diikuti 12 warga binaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kualitas sumber daya manusia selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama Lapas Kelas IIA Bengkalis dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Bantani, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
Dua tenaga pengajar dari PKBM Al-Bantani diterjunkan langsung untuk memberikan materi Matematika dan Sejarah. Proses pembelajaran berlangsung tertib dengan mengacu pada kurikulum pendidikan kesetaraan nasional.
Pelaksanaan kegiatan turut mendapat pengawasan langsung dari Kepala Seksi Pembimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), didampingi Kasubsibimkemaswat, komandan jaga, staf, serta anggota jaga Lapas Kelas IIA Bengkalis.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu bekal penting bagi warga binaan untuk menata masa depan dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
“Pendidikan adalah jembatan harapan. Melalui pendidikan kesetaraan, kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga mempersiapkan bekal ilmu pengetahuan yang berguna saat mereka kembali ke masyarakat kelak,”ujarnya.
Melalui program ini, Lapas Bengkalis ingin memastikan bahwa masa pembinaan tidak sekadar menjadi proses menjalani hukuman, tetapi juga kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Dengan demikian, ketika kembali ke lingkungan masyarakat, warga binaan diharapkan memiliki bekal pendidikan serta kepercayaan diri untuk menjalani kehidupan baru dan berkontribusi secara positif.*











