Jagariau – Luar Biasa, harga tiket pesawat di Indonesia ternyata termahal kedua didunia setelah Brazil. Hal tersebut dinyatakan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.
Sejumlah pengamat sepakat, bahwa harga tiket pesawat domestik lebih mahal daripada harga tiket pesawat ke luar negeri atau internasional.
“Jika membedah model bisnis penerbangan, harga tiket pesawat terdiri dari dua komponen,”kata pengamat penerbangan Ruth Hana Simatupang dan Alvin Lie.
Pertama, beban biaya yang ditanggung pihak maskapai mulai dari sewa pesawat, pemeliharaan atau perawatan, asuransi, merekrut kru, pelatihan pilot, serta ongkos ongkos pembelian suku cadang hingga bahan bakar.
Kedua, ada pungutan pungutan yang disisipkan oleh pemerintah seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11persen, iuran wajib asuransi Jasa Raharja, retribusi bandara atau PJP2U, termasuk biaya titipan dalam harga avtur seperti throughput fee atau pungutan tiap distribusi avtur oleh pengelola bandara.
“Belum lagi kalau di pangkalan udara militer seperti Halim Perdana Kusuma atau Juanda, dikenakan biaya ganda dari otoritas bandara dan Danlanud,”ujar Alvin Lie.
Tetapi, kata Ruth Hana, dari seluruh beban biaya yang ditanggung maskapai, pengeluaran terbesar adalah bahan bakar avtur sebesar 40 persen hingga 50 persen. Kemudian perawatan atau pemeliharaan, sewa pesawat, pelatihan pilot serta kru, dan lainnya.
Untuk pesawat terbang, klaimnya, hampir semua maskapai di Indonesia menyewa ke perusahaan seperti Boeing atau Airbus dengan perantara pihak ketiga atau broker yang berada di luar negeri.
Namun, kata dia, harga sewa pesawat untuk perusahaan maskapai di Indonesia “dibuat mahal” dibanding dengan maskapai negara lain karena penilaian mereka terhadap insiden kecelakaan penerbangan disebut cukup tinggi.***











