Senin, September 14, 2026
Beranda KAMPAR Viral Siswa SD di Kampar Belajar di Bangunan Bekas Toilet, PJ Gubernur...

Viral Siswa SD di Kampar Belajar di Bangunan Bekas Toilet, PJ Gubernur Riau Prihatin

Jagariau – KAMPAR – Munculnya kabar belasan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 02 Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar belajar pada bangunan bekas toilet selama lima tahun terakhir membuat masyarakat heboh, bahkan mengundang keprihatinan Pj Gubernur Riau, SF Hariyanto.

SF Hariyanto meminta Pj Bupati Kampar, Hambali untuk mengecek ke lokasi. Ia menilai anak anak sebagai penerus bangsa harus mendapatkan pendidikan yang layak.

“Saya minta Pj Bupati Kampar untuk cek kondisi sekolah itu dan segera cari solusi yang cepat,”ujar SF Hariyanto.

Tak hanya itu Pj Gubernur Riau juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk berkoordinasi dengan Pemkab Kampar dalam menyelesaikan persoalan ini, dikarenakan sekolah dasar merupakan kewenangan Kabupaten.

SF Hariyanto mengaku tak ingin siswa SDN 02 itu berlama lama belajar di ruangan bekas toilet.”Bahkan saya dapat informasi ada juga SD tanpa dinding di Rantau Kasih. Saya usahakan CSR dari perusahaan untuk membangun sekolah itu,”janjinya.

Kabar adanya siswa belajar di bangunan bekas toilet sebelumnya diungkap Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD Kampar, Agus Candra saat rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2023 di ruang rapat paripurna DPRD Kampar, Bangkinang, Senin (10/6/24).

“Saat ini yang lagi tranding ada bekas wc jadi ruang belajar. Mohon itu jadi perhatian kita bersama,”ucap Agus.

Agus mengatakan, sekolah tersebut adalah SDN 002 Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu. Persoalan ini sebenarnya telah mencuat dua tahun lalu, namun kembali mencuat saat ini karena diangkat pemberitaannya oleh media dan viral di media sosial.

Ia mengapresiasi upaya yang dilakukan kepala sekolah dengan memfungsikan toilet sebagai ruangan belajar.

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Kepala SDN 002 Tanjung Apriwardi membenarkan bahwa bangunan bekas WC itu sudah lama digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Anak anak belajar diruangan bekas WC itu sejak lima tahun lalu. Ruangan itu dipakai siswa kelas satu,”tutur Apriwadi.

Apriwadi mengatakan, bangunan yang jauh dari kata layak tersebut terpaksa diisi sebanyak 18 orang murid kelas 1. Sebab, tak ada lagi ruangan lain yang bisa dimanfaatkan untuk belajar anak anak.

“Secara keseluruhan, SDN 002 ini ada 9 kelas, jumlah siswanya sebanyak 223 orang. Tapi karena kekurangan ruangan, jadi terpaksa bekas WC dijadikan tempat belajar anak-anak sebanyak 18 siswa,”paparnya.

Apriwadi mengatakan, dulunya bangunan bekas WC berukuran 4 x 6 meter ini berdinding beton dijadikan gudang. Namun, kini disulap menjadi tempat belajar belasan murid karena kekurangan kelas.

Mirisnya, meski pihak sekolah sudah mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan Pemkab Kampar untuk penambahan ruang kelas, namun sudah bertahun tahun permintaan sekolah tak kunjung dikabulkan.

“Proposal ke Disdik sudah kita ajukan pada tahun 2022 untuk penambahan ruang kelas. Waktu itu orang dinas sudah datang meninjau. Katanya sudah oke, tapi entah apa masalahnya sampai sekarang tak ada hasil,”keluh Apriwardi.(Ckp)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments