Jumat, Juli 31, 2026
Beranda Riau BENGKALIS 730 Jiwa Idap HIV/AIDS di Bengkalis

730 Jiwa Idap HIV/AIDS di Bengkalis

Jagariau – BENGKALIS – Sungguh memprihatinkan, sejak kurun waktu tahun 2004 hingga tahun 2022, Kabupaten Bengkalis secaras komulatif sedikitnya menghasilkan Penyandang orang dengan HIV/AIDS atau ODHA sudah mencapai 730 jiwa.

Jumlah tersebut terungkap saat Rapat Komisi Penanggulangan HIV/AIDS di Aula Rapat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkalis, Jumat (28/10/22).

Sementara itu kasus HIV/AIDS bertambah di tahun 2022 ini, ada 32 kasus. Mirisnya, penderita masih dalam usia pelajar dan mahasiswa.

Penularan HIV diduga akibat perilaku yang menyimpang dilaporkan munculnya komunitas laki-laki seks laki-laki atau disebut LSL, perempuan dan laki-laki dan bahkan komunitas itu sudah merambah dunia kampus.

Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso menyikapi fenomena negatif itu mengimbau kepada penyandang ODHA agar tidak ragu konseling ke KPA Bengkalis dan rumah sakit.

“Konsultasi ini semua gratis terutama kalangan pelajar dan mahasiswa, akan kita rawat dan obati dan didampingi karena obat untuk HIV/AIDS belum ada,”ungkapnya.

“Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan bersama KPA adalah ujung tombak dalam mensosialisasikan tentang bahaya penyakit HIV/AIDS ini,” tegasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis, Irawadi menyampaikan, dalam penanganan HIV/AIDS ini perlu penanganan lebih serius dengan sasaran lokalisasi dan tempat terjadinya penularan HIV/AIDS tersebut seperti di tempat hiburan malam secara terus menerus dan tanpa batas waktu.

Infeksi HIV dan AIDS di Kabupaten Bengkalis terjadi hampir di seluruh Kecamatan dengan sebarannya pada beragam profesi dan dari berbagai golongan.

Dari data komulatif kasus HIV/AIDS berdasarkan pekerjaan dan profesi dari Januari – September 2022, kasus terbanyak terjadi pada pekerja wiraswasta sebanyak 10 kasus, disusul ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 5 kasus, supir 4 kasus, buruh 3 kasus, security 2 kasus, pelajar 1 kasus, petani 1 kasus, manager 1 kasus, honorer 1 kasus dan tidak bekerja 4 kasus.(Mel)

Sumber : Riauterkini.com

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments