Jagariau – PEKANBARU – Sebanyak 2.056 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Sumatra. Dari jumlah tersebut, 22 titik panas berada di Provinsi Riau, dengan satu titik diantaranya terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan (confidence) tinggi, yakni 80 hingga 100 persen, di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), tepatnya di kecamatan Batang Gangsal.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S mengatakan, titik panas di Riau tersebar di sejumlah wilayah. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni delapan titik.
Selain itu, hotspot terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak lima titik, Bengkalis tiga titik, Pelalawan tiga titik, Kota Dumai dua titik, dan Kabupaten Rokan Hulu satu titik.
“Satu titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi atau 80 hingga 100 persen terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hulu,”ujarnya.
Sementara itu, jumlah hotspot di wilayah Sumatra masih cukup tinggi. Sumatera Selatan menjadi Provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 1.378 titik.
Hotspot lainnya terpantau di Jambi sebanyak 259 titik, Bangka Belitung 246 titik, Lampung 120 titik, Kepulauan Riau 21 titik, Bengkulu lima titik, Sumatera Utara tiga titik, serta Sumatera Barat dua titik.
Dengan demikian, Sumatera Selatan menyumbang lebih dari separuh total hotspot yang terpantau di Pulau Sumatra.
BMKG terus memantau perkembangan titik panas di wilayah Sumatra, termasuk Riau, sebagai bagian dari pemantauan kondisi atmosfer dan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.*











