Jagariau – BATHIN SOLAPAN – Aksi meminta minta atau lazim dikenal dengan istilah ‘Pak Ogah’ kian memprihatinkan di Jalan Nasional Duri – Dumai, Kilometer 09, dalam wilayah hukum Polres Bengkalis.
Kerusakan jalan yang tak diacuhkan pemimpin wilayah di Provinsi berjuluk Lancang Kuning ini tampak menjadi lahan basah sejumlah kelompok tertentu untuk meraup keuntungan pribadi disetiap harinya.
Meski tak memaksa, namun aksi Pak Ogah itu sangat meresahkan pengguna jalan milik negara tersebut tanpa rasa khawatir sedikitpun.
Dengan bermodalkan kardus dengan berdiri ditengah badan jalan, peminta minta itu sukses membuat laju kendaraan yang melintasi jalan melambat.
“Kemana petugas Kepolisian didaerah ini, apa sudah berganti dengan pak ogah?. Sudah berbulan bulan dibiarkan aksinya, bagaimana mau memperbaiki citranya agar masyarakat percaya dan memiliki rasa nyaman. Pemerintah pun seakan tak perduli lagi dengan hak masyarakat mendapatkan Insfratruktur yang layak,”keluh Randi, salah seorang pengendara yang mengaku sehari hari melintasi jalan nasional itu.
Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan saat dikonfirmasi melalui sambungan aplikasi pesan singkat WhatsAppnya, Rabu (22/10/25) terkait daya dan usaha pihaknya menertibkan aksi Pak Ogah tersebut tak kunjung berbalas.*











