Jagariau – BENGKALIS – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Bengkalis pada tahun 2026 hingga periode Juli hingga Agustus tercatat sebanyak 28.241 kasus. Angka tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan total kasus ISPA sepanjang tahun 2025 yang mencapai 65.445 kasus.
Perbandingan data dua tahun tersebut menunjukkan bahwa secara kumulatif, kasus ISPA tahun 2025 masih lebih tinggi dibandingkan tahun 2026. Namun, terdapat perubahan wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.
Pada tahun 2025, kasus ISPA terbanyak tercatat diwilayah Kecamatan Bengkalis. Sementara pada tahun 2026, wilayah Kecamatan Mandau menjadi daerah dengan kasus ISPA tertinggi, khususnya yang tercatat di wilayah kerja UPT Puskesmas Duri Kota.
Kondisi diwilayah Mandau perlu menjadi perhatian karena kawasan Mandau dan Bathin Solapan merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk dan aktivitas kendaraan yang relatif tinggi serta berada di jalur lintas. Kondisi lingkungan tersebut diduga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas udara dan berkontribusi terhadap kejadian ISPA.
Meski demikian, berdasarkan data harian yang tersedia, belum dapat disimpulkan secara langsung adanya hubungan antara kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan dengan peningkatan kasus ISPA. Diperlukan analisis lebih lanjut dengan membandingkan data kualitas udara, kejadian karhutla, serta tren kasus ISPA secara periodik.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bengkalis, SKM, MKM, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Irawadi SKM, MPH, Ahad (6/9/26).
“Jika dibandingkan kasus Ispa tahun 2025, justru tahun 2026 masih rendah,”ujarnya.
Namun, tambah Irawadi, data kasus kebakaran hutan dan lahan untuk periode Agustus 2026 juga belum tersedia secara lengkap. Oleh karena itu, potensi peningkatan kasus ISPA pada Agustus 2026 masih perlu dipantau. Terlebih, proses closing data dilakukan sekitar tanggal 10 pada awal bulan berikutnya.
Dari data yang diperoleh jagariau.com dari grafik perkembangan kasus, peningkatan kasus ISPA diwilayah Kecamatan Mandau mulai terlihat sejak Januari 2026, dengan wilayah kerja UPT Puskesmas Duri Kota menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian.
Dengan total 28.241 kasus ISPA pada Januari hingga Agustus 2026, angka tersebut memang masih jauh di bawah total kasus tahun 2025 sebanyak 65.445 kasus. Karena itu, data saat ini belum cukup untuk menyatakan telah terjadi peningkatan kasus ISPA secara keseluruhan pada tahun 2026.
Namun, perubahan pola sebaran kasus terutama tingginya kasus di Kecamatan Mandau dan wilayah kerja Puskesmas Duri Kota menjadi indikator yang perlu dicermati, khususnya dalam kaitannya dengan kondisi lingkungan dan kualitas udara.
Pemantauan lanjutan terhadap kasus ISPA, kualitas udara, serta kejadian karhutla menjadi penting untuk melihat apakah terdapat pola peningkatan kasus yang konsisten pada periode berikutnya.*











