Rabu, Juni 3, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Berbeda, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Tanggal 21 Maret

Berbeda, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Tanggal 21 Maret

Jagariau – Setelah melalui keputusan Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag), Pemerintah akhirnya menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Sidang dipimpin langsung Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar dan diikuti pejabat terkait di bidangnya, DPR RI, bersama perwakilan ormas Islam.

“Kami bermusyawarah mengacu pada hasil hisab dan rukyah, tidak ada laporan hilal terlihat, bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,”ujar Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar, Selasa (17/2/26).

Keputusan ini diambil usai pemantauan hilal di 117 titik di Indonesia tidak memenuhi kriteria MABIMS yang dipedomani Pemerintah Indonesia.

Kriteria MABIMS, tinggi hilal minimum 3 dan elongasi minimum 6,4 derajat.

Hasil pemantauan hilal menunjukkan sudut elongasi yang ada masih sangat minim, yakni 0 derajat 54 menit 27 hingga 2 derajat 7 menit 32 detik.

“Jadi, secara hisab, data hilal pada hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS,”jelas Nasaruddin.

Muhammadiyah Lebih Dulu

Sementara itu, keputusan berbeda justru diperlihatkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idul Fitri 2026 jatuh pada Jum’at, 20 Maret 2026.

Ini berarti, Muhammadiyah akan menggelar shalat Idul Fitri besok pagi.

Penetapan ini menegaskan pemakaian Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Dengan pendekatan astronomi global, Muhammadiyah menerapkan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia.

Dengan kata lain, awal bulan hijriah tidak bergantung lokasi geografis masing masing negara.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments