Jagariau – DURI – Alih alih ikut memperbaiki citra Polri lebih baik, namun Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Bengkalis, AKP Vino Lestari malah murka murka dan mengancam memutuskan mitra kepada media.
Hal tersebut terjadi usai dua edisi pemberitaan jagariau.com sebelumnya berjudul ‘Makin Memprihatikan, Polisi di Bengkalis Tak Berdaya Tertibkan ‘Pak Ogah’ di Jalan Nasional’ dan ‘Aturan Psikolog Pembuatan SIM di Bengkalis Sengsarakan Masyarakat’ up date pada Kamis (23/10/25).
“Sudah dua kali ya buat berita seperti ini, tanpa konfirmasi,”ujarnya sembari mengajak berdiskusi dan mengancam memutuskan bermitra melalui sambutan telepon genggamnya, Jum’at (24/10/25).
Murka orang nomor satu di jajaran lalu lintas itu semakin memuncak ketika dikonfirmasi terkait biaya pengurusan SIM diluar uji pskolog, KIR Kesehatan dan uang setoran Bank hingga ratusan ribu rupiah jika tidak mengikuti aturan resmi sebagai mana mestinya pengurusan SIM yang harus melalui ujian praktek dan teori dan menantang pembuktiannya.
“Coba jelaskan secara rinci, berarti kita tidak bermitra lagi ya,”ancamnya.
“Dimana letaknya saya mengelak, kalau masalah psikologi itu pihak ke – 3, bukan Satlantas sebagai pelaksananya. Sama seperti kesehatan,”jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, aturan Psikologi dalam pengurusan SIM dengan nominal Rp 100.000 berlaku untuk pengurusan 1 jenis SIM masih terus diberlakukan tanpa pandang bulu dan Satlantas yang mengeluarkan SIM tersebut seakan terkesan tutup mata dengan kebijakan yang katanya dibuat pihak ketiga.*











