Jumat, Juni 5, 2026
Beranda Riau DURI Hentikan Teror ke Masyarakat, Tim Gabungan  Lacak Jejak Beruang di Duri Timur,...

Hentikan Teror ke Masyarakat, Tim Gabungan  Lacak Jejak Beruang di Duri Timur, Bengkalis

Jagariau – DURI – Tim Gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kecamatan Mandau melalui Kelurahan Duri Timur, Polsek Mandau melalui Bhabinkamtibmas, dan Tim Seksi Wilayah III Duri, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, perangkat RT, RW, dan masyarakat bergandengan tangan melacak munculnya jejak satwa langka jenis beruang hitam dilingkungan RT 03, RW 05 di Jalan Alhamra Ujung, Rabu (23/7/25) petang.

Pelacakan itu dihadiri langsung Lurah Duri Timur, Meri Haryani, Kepala Seksi Wilayah III Duri – BBKSDA Riau, Zulmi dan seluruh pihak terkait lainnya. Peninjauan lokasi kemunculan satwa liar tersebut dilakukan sebagai wujud respon cepat tim gabungan dalam meredam kekhawatiran yang muncul di masyarakat pasca kemunculan beruang yang belakangan diketahui berjenis beruang madu tersebut.

Berbekal sejumlah peralatan termasuk sepucuk senapan bius laras panjang, pihaknya meneliti jejak tapak kaki yang ditinggalkan beruang madu itu pada bentangan plastik pertanian milik warga setempat.

“Berdasarkan jejak tapak kaki yang ditinggalkan dilokasi, kita prediksi beruang ini sudah dewasa dan berjalan dari arah pagar PT PHR melintasi lahan perkebunan warga dan mengarah ke perkampungan masyarakat. Kalau jenis beruangnya, dari gambar yang kami terima, itu beruang madu. Bukan beruang api,”terang Zulmi.

Dalam peninjauan perdana tersebut, Zulmi mengatakan jika pihaknya telah mendata lokasi seputar ruang gerak beruang tersebut dan berencana akan memasang kandang jebak di sekitar penemuan jejak kaki serta bekas cakaran satwa terancam punah itu.

“Hari ini kita survei lapangan dahulu, kita dalami ruang geraknya berdasarkan jejak yang ditinggalkan dan informasi up date dari masyarakat. Bila tak ada halangan, besok pagi (Kamis, red) kandang jebak akan kita pasang dan kami mohon kerja sama serta bantuan dari perangkat kelurahan serta masyarakat, agar proses pemasangan kandang jebak bisa kita lakukan,”pintanya.

Kepada warga setempat, Zulmi menghimbau agar aktifitas di areal perkebunan yang dilintasi beruang tersebut dapat menghentikan segala aktifitasnya mulai pukul 16.00 petang demi alasan keselamatan.

Hal itu diungkapkannya mengingat satwa tersebut merupakan hewan Nocturnal atau aktif berburu di malam hari.

“Beruang ini hewan nocturnal, dia berburu mencari makan di malam hari. Jadi pada waktu petang, dia mulai aktif bergerak. Oleh karena itu, warga disini kita himbau untuk menghentikan aktifitas perkebunannya mulai pukul 16.00 WIB, menunggu upaya penangkapan dan relokasi berhasil dilakukan nantinya,”himbaunya.

Respon baik kunjungan tim seksi wilayah III Duri – BBKSDA Riau, Lurah Duri Timur mengaku siap bekerja sama demi menyudahi kekhawatiran di masyarakat.

“Kami siap bekerja sama dan mendukung setiap arahan yang disampaikan pihak BBKSDA wilayah III Duri dan dengan ini kami himbau ke seluruh masyarakat, utamanya warga di sekitar lokasi kemunculan beruang untuk tetap waspada saat beraktifitas di kebun dan berhenti beraktifiras pada waktu yang ditentukan,”ucap Meri.

“Rencana pemasangan kandang jebak tersebut, selanjutnya akan kita matangkan lebih lanjut agar beruang yang saat ini diduga mengarah ke perkampungan kita bisa ditangkap dan dipindahkan ke habitat yang lebih asri dan jauh dari pemukiman penduduk,”tutupnya.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments