Selasa, September 15, 2026
Beranda Riau DURI Lapor Buk Bupati! Pasokan Air Baku PHR ke PDAM di Duri Memprihatinkan

Lapor Buk Bupati! Pasokan Air Baku PHR ke PDAM di Duri Memprihatinkan

Jagariau – DURI – Hidup segan, mati pun tak mau. Pribahasa tersebut tampak cocok diberikan kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Terubuk (TT) Cabang Duri dan sekitarnya.

Pasalnya, ribuan pelanggannya yang tersebar disejumlah titik wilayah rawan air bersih yang hidup berdampingan dengan daerah Operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tak lagi normal menikmati Pasokan air baku dari perusahaan yang bergerak dibidang Minyak dan gas tersebut.

Dari data yang diperoleh dari PDAM TT Cabang Duri dan sekitarnya, sejak 3 Mei 2025 lalu, pasokan air baku yang mengalir ke tempat penampungan dan pengolahan, jauh dari harapan sebelumnya. Bahkan sejak dua pekan terakhir, pasokan air baku sangat mengkhawatirkan dengan hanya 15 hingga 20 liter/detik saja.

Alasan demi alasan pun dilontarkan perwakilan PT PHR disaat PDAM TT mencoba memfollow up terkait minimnya pasokan air baku. Mulai dari rusaknya mesin pompa milik PT PHR di Sungai Rangau hingga tak dapat maksimal mengalirkan air, kondisi pipa yang sudah dimakan usia menjadi alasan teranyar pasokan air baku itu terganggu.

Akibat minimnya pasokan air baku itu, lebih kurang 6.000 An pelanggan Perusahaan milik daerah itu terancam ditinggalkan pelanggannya dikarenakan distribusi air yang tidak lebih dari 2 jam saja menyala perharinya.

Penderitaan pelanggan semakin bertambah disaat Bupati Bengkalis menyetujui kenaikan tarif PDAM diawal tahun 2025 yang diakibatkan dicabutnya subsidi.

“Entah siapa yang bisa merubah situasi ini lebih baik dan apa solusinya. Pemerintah diam saja seakan tak terjadi apapun dan wakil rakyat pun terkesan tutup mata. Sudah hampir dua Minggu ini kami beliau air. Jika seperti ini terus, kami tak sanggup lagi,”ungkap salah seorang pelanggan, R Saragih saat berbincang dengan jagariau com, Ahad (1/6/25).

Hal senada disampaikan pelanggan lainnya, Irmawati. Menurutnya, semestinya PDAM dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis tidak terlen bergantung kepada PT PHR. Contohnya kejadian kali ini, ribuan masyarakat menjadi korbannya dikarenakan tidak adanya solusi dan sumber air lain yang dapat memenuhi kebutuhan air baku.

“Lapor Buk Bupati, lihatlah kondisi kami yang tidak pakai mandi selama permasalahan air ini ngadat. Mohon perhatiannya ibuk, selesaikan segera permasalahan masyarakat mu,”ucapnya.

Direktur PDAM TT Bengkalis, Abel Iqbal ST saat berbincang melalui pesan WhatsAppnya, Ahad (1/6/25) malam membenarkan kondisi yang tengah terjadi di PDAM TT Cabang Duri dan sekitarnya tersebut. Menurutnya, PDAM tidak bisa berpartisipasi secara teknik ke PHR.

“Kalau menurut saya, solusi jangka pendeknya hanya Durolis dan kontinuitas air baku PHR dan jangka panjang, waduk buatan.”Kami dari PDAM juga sudah memikirkan SPAM duri dan pinggir untuk jangka panjang dengan membuat kerjasama pihak swasta B to B kemaren dan insya Allah ini tahun 2027 baru bisa mengalir. Kegiatan masih proses kajian dari pihak swasta,”ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, situasi horor akan minimnya pasokan air bersih ke ribuan pelanggan PDAM di Duri masih berlangsung tanpa solusi. Bagi masyarakat ekonomi menengah keatas masih terus tampak mengandalkan rupiah guna membeli air bersih dari sumur bor yang diperjual belikan dengan tarif Rp 40 hingga Rp 50 ribu perkubiknya, sementara bagi masyarakat menengah kebawah, pemandangan mengangkut air dari sumber mata air hingga jarak belasan Kilometer masih tak terelakkan.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments