Jagariau – DURI – Salah seorang pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kebanggaan masyarakat Kecamatan Mandau, Maudya mengaku menjadi korban keganasan komplotan pencurian. Dua unit telepon genggam di ruang rawat inap anak lantai III, Senin (26/6/25) Dinihari sekira pukul 03.00 WIB.
Mirisnya, hal tersebut bukan kejadian yang pertama kalinya, namun sudah yang kesekian kalinya terjadi.
Maudya mengatakan, dirinya kehilangan dua unit Handphone saat tengah mendampingi anggota keluarganya yang dirawat.
Pelaku yang diduga merupakan orang yang sama dengan kejadian sebelumnya, masuk ke area rumah sakit dengan mudah tanpa pengawasan ketat.
“Ini bukan kejadian pertama. Dua hari sebelum saya kehilangan HP, juga ada kasus pencurian yang sama di sini. Pelakunya saya rasa sama,”ujarnya.
Mengejutkan, pelaku terekam jelas dalam rekaman CCTV RSUD Mandau.
Dalam rekaman itu, pelaku terlihat mengenakan topi dan masuk ke area ruang rawat inap Lantai III tanpa hambatan. Bahkan, Maudya mengaku sempat memergoki pelaku secara langsung.
“Iya, pelaku sempat saya pergoki. Saya coba kejar, tapi dia sudah lebih dulu kabur. Saya benar benar tidak menyangka aksi pencurian bisa terjadi di rumah sakit yang seharusnya aman,”kesalnya.
Atas kejadian tersebut, Maudya mengaku telah melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Mandau.
Parahnya, kejadian ini ternyata bukan hanya dialami Maudya. Sejumlah pengunjung RSUD Mandau lain juga mengaku mengalami kejadian serupa dalam waktu berdekatan.
“Iya. Waktu itu juga ada yang kehilangan HP di ruang tunggu keluarga HCU. Pas kebetulan diruangan itu juga HP nya hilang. Pelakunya juga berbaju seperti ini,”aku warga lainnya.
Warga itu berharap pihak Kepolisian dapat mengusut tuntas dan menangkap pelaku, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Kapolsek Mandau, Kompol Primadona melalui Kanit Reskrim, Iptu Irsanuddin Harahap saat dikonfirmasi, Kamis (29/5/25) membenarkan laporan korban tersebut dan kini pihaknya tengah melakukan penyelidikan guna menangkap pelaku yang sudah sangat meresahkan itu.
“Benar, laporannya sudah masuk. Kita tengah melakukan penyelidikan dan untuk pasien dan keluarga pasien lainnya agar meningkatkan kewaspadaannya. Jangan meletakkan batang berharga sembarangan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,”ucapnya.
Direktur RSUD Mandau, dr Sylvia Febriani saat dikonfirmasi, Kamis (29/5/25) melalui sambungan WhatsApp nya tak kunjungan berbalas.
Diduga, aksi itu terjadi dikarenakan lalainya petugas keamanan, aksi pembiaran hingga dugaan keterlibatan orang dalam sendiri.*











