Jagariau – DURI – Semangat dan antusias guru agama berstatus honorer tiba tiba kembali muncul tat kala Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis, Horas Sitorus berjanji akan memperjuangkan hak mereka terkait hak yang diterima selama ini.
Hal itu terkuak saat serap aspirasi yang berlangsung di daerah pemilihannya, Jalan Rokan, Gang Famili, RT 03, RW 09, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Jum’at (9/4/25).
Mustofa, salah seorang guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Mandau secara gamblang menyampaikan jika honornya berkisar dibawah Rp 1 juta. Namun beberapa bulan terakhir tersendat dan dipotong hingga ratusan ribu rupiah.
“Kami dengar kabar Pak, bahwasannya gaji kami yang dianggap tidak manusiawi ini tak kunjung naik dikarenakan tak adanya persetujuan dari anggota dewan,”ucapnya saat sesi tanya jawab.
Tentu saja hal itu membuat Horas kecewa dan membatah isu itu hingga berjanji akan memperjuangkan sekaligus mencarikan solusinya terkait perihal itu.
“Tidak benar Pak, itu hanya isu. Kami tidak pernah menghambat hak masyarakat. Apalagi pendidik generasi penerus bangsa. Perihal potong memotong, nanti akan saya cari penyebabnya. Jika terbukti ada yang memotong, itu sudah masuk ranah pidana,”ujarnya.
Dikatakan Horas, demi meringankan beban guru agama itu, pihaknya berjanji akan memperjuangkan nasib guru honor diparlemen DPRD Bengkalis nantinya.
Selain nasib guru agama, masyarakat juga mengeluhkan perihal banjir yang kerap menjadi momok utama bagi warga RW 09.
“Bagi saya tak ada yang susah Buk, Pak. Cukup kordinasi saja dengan RT dan RW nya. Setelah masuk dalam musrenbang, jelaskan jalan apa, RT berapa, RW berapa, mudah mudahan akana saya realisasikan ditahun 2027,”janjinya.
Usai menyerap aspirasi tertulis konstituennya, perwakilan pemuda dan ibu ibu perwiritan sempat nyeletuk akan perlengkapan olahraga Volly Ball dan bantuan rebana, Horas tak sungkan untuk memberi bantuan tunai dengan menyerahkan rupiah dalam jumlah jutaan.*











