Jagariau – DURI – Gembar gembor Program Ketahanan Pangan yang mesti dilaksanakan hingga ke pelosok daerah, terancam pudar tanpa progres. Pasalnya efisiensi anggaran dirasakan cukup berat memulai program tersebut.
“Pekan kemarin kami sudah duduk semeja dengan seluruh pihak di Polsek Mandau, tapi bagaimanapun arahannya, kalau mesinnya tidak diisi minyak, bagaimana mau bergerak,”ucap salah seorang Pj Kepala desa melalui sambungan telepon genggamnya.
Dikatakannya, untuk memulai apapun kegiatannya, namanya rupiah tidak pernah diabaikan, karena menjadi awal kegiatan.
“Maaf, untuk minyak kendaraan saja terkadang kami harus berfikir mengisinya, apalagi untuk program yang lebih besar ini. Sementara tunjangan kami saja sudah beberapa bulan belum dibayarkan, apa yang bisa kami buat?,”ujarnya sembari bertanya.
Ditambahkannya, sebagai langkah yang dianggap tepat, kata sumber itu lagi, pihaknya terpaksa memilih jalan tiarap atau angkat bendera putih.
“Jangankan program nasional, program lokal kami saja didesa sampai sekarang belum jalan. Padahal bisa dianggap urgent,”pungkasnya.*











