Jagariau – DURI – Sungguh miris ulah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kecamatan Mandau. Hanya karena iming iming menguntungkan dengan maraup rupiah dalam jumlah besar, sekolah negeri itu tega mencetak dan menjual buku tema Ramadhan kepada ratusan muridnya dengan harga mulai dari Rp 7.000 hingga Rp 10.000.
Terang saja, ulah sekolah berbisnis buku dengan dalih penunjang ibadah di Bulan Ramadhan itu sangat memberatkan orang tua murid ditengah badai efisiensi anggaran yang menerpa seluruh daerah seantero Nusantara.
“Semestinya gratis, ini malah bayar. Yang tak tahannya, bulan Ramadhan dijadikan alasan sebagai ajang bisnis. Mohon kepada pimpinan negeri agar meninjau langsung kelapangan apa gerangan yang terjadi,”ujar Firman, salah seorang wali murid.
Dikatakan Firman, awalnya dirinya menduga jika dibulan penuh berkah yang tidak lama lagi akan datang, segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan sekolah buah hatinya akan bebas biaya seperti yang dijanjikan Presiden Prabowo saat kampanye.
“Rupanya tidak gratis, hanya omon omon. Apalagi ditengah badai efisiensi anggaran ini. Sudah ekonomi susah, ditambah lagi kami harus dibebankan beli buku. Dimana hati nurani guru dan kepala sekolah, hanya ingin untung, kami wali murid yang dibuat susah,”keluhnya.
Kepala SMPN 1 Mandau, Amril S.Ag, M.Pd saat dikonfirmasi terkait penjualan buku Ramadhan disekolahnya, Rabu (26/2/25) melalui pesan singkat WhatsApp ponselnya tak kunjung berbalas.*











