Sabtu, Juni 13, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Jelang Musda Golkar Riau, Dukungan 'Terpecah'

Jelang Musda Golkar Riau, Dukungan ‘Terpecah’

Jagariau – PEKANBARU – Dinamika politik jelang Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Riau untuk memilih nahkoda baru semakin menarik dan panas.

Dua kandidat terkuat calon Ketua partai berlambang Pohon Beringin, Golonga Karya (Golkar) Riau, Parisman Ihwan dan Wakil Gubernur terpilih, SF Hariyanto terus mencoba merangkul para pemilik suara untuk dapat dipilih.

Bahkan, sejumlah pemilik suara, dukungan ada yang terbelah, seperti organisasi yang mendirikan Golkar, Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Riau.

Ketua Harian PDK Kosgoro 1957 Riau, Edwin Syarif bersama Sekretaris, Yulhendri menyatakan dukungan penuh kepada SF Hariyanto untuk memimpin DPD Partai Golkar Riau.

Dukungan ini diberikan dengan harapan SF Hariyanto dapat membawa Golkar Riau kembali ke puncak kejayaannya setelah serangkaian hasil kurang memuaskan dalam beberapa pemilu terakhir.

“Golkar Riau  membutuhkan  kepemimpinan yang tegas dan visioner. Kami melihat SF Hariyanto sebagai sosok yang memiliki kapasitas, jaringan, dan pengalaman untuk membawa partai kembali ke jalur kemenangan,”ujar Yulhendri.

Menurutnya, hasil buruk Golkar Riau dalam Pilkada 2020, Pileg 2024, dan Pilkada 2024 menjadi sinyal bahwa perubahan kepemimpinan mutlak diperlukan. Ia menilai, SF Hariyanto memiliki kemampuan untuk membangkitkan semangat kader dan merumuskan strategi baru yang lebih efektif.

“Kami percaya SF Hariyanto bisa menyatukan kader dan mengembalikan kejayaan Golkar di Riau. Partai ini butuh energi baru agar kembali menjadi kekuatan utama di politik daerah,”ucapnya.

Terpisah, Ketua PDK Kosgoro Riau, Nono Patria dari jauh hari mendukung Parisman Ihwan membantah, Kosgoro mendukung SF Hariyanto.

Nono menyebut apa yang dilontarkan Edwin Syarif dan Yulhendri bukan keputusan organisasi, melainkan pribadi. “PDK Kosgoro 1957 Riau sudah memberikan surat dukungan kepada Parisman Ihwan untuk maju di Musda Golkar Riau,”tegasnya.

“Kalau ada pernyataan (mendukung SF) itu hanya pernyataan pribadi mereka, bukan Kosgoro. Hak suara tetap kepada saya sebagai ketua PDK Kosgoro 1957 Riau,”ungkapnya meyakinkan.

Untuk diketahui, nantinya di dalam Musda ada 18 pemilik suara yang diperebutkan. Kosgoro bersama MKGR dan Soksi merupakan bagian dari 1 suara. Mereka harus berembuk guna menentukan pilihan.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments