Jagariau – DURI – Berkah bagi penerimanya tapi tidak bagi puluhan bahkan ratusan pengelola kantin disetiap sekolah. Khususnya di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis. Akibat program nasional makan gratis bergizi Pemerintahan Prabowo – Gibran, pengelola penyedia jajanan itu terancam mati suri.
“Bagus untuk penerimanya, tapi tidak bagi kami pengelola kantin disekolah. Kami sama sekali tidak dirangkul. Seperti ibarat membunuh kami secara perlahan. Lama lama mati suri,”ujar Delfi, salah seorang pengelola kantin sekolah yang tidak ingin identitasnya disebutkan saat berbincang sebelum pengumuman program makan gratis bergizi disejumlah sekolah serentak beberapa waktu lalu
Dikatakan Delfi, semestinya Pemerintah mengkaji efek yang ditimbulkan dari program ini. Dikarenakan makanan gratis yang disediakan, omset pengelola kantin pastinya terjun bebas. Sementara pengelola kantin hanya jadi penonton.
“Cobalah direvisi ulang kebijakan program makan gratis bapak presiden. Kami ini hanya rakyat kecil. Semestinya kami dilibatkan akan program ini, agar ekonomi kami bisa bertahan. Jika tidak, mungkin inilah resikonya. Usaha Kami akan mati suri,”keluhnya.
Seperti diketahui, gonjang ganjing segera berjalannya program makan gratis bergizi bagi seluruh siswa Sekolah ditingkat Dasar, Menengah maupun Atas dinilai sangat merugikan pengelola kantin yang ada disetiap sekolah. Banyak yang berfikir jika program tersebut akan mematikan usaha penyambung hidup mereka yang telah rintis belasan bahkan puluhan tahun.*











