Jagariau – DURI – Heboh kabar pemotongan honor 138 Ketua Rukun Tetangga (RT) dan 28 Rukun Warga (RW) di Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Bengkalis sebesar Rp 260 ribu ternyata ditanggapi panas oleh Suami sang Lurah, Gusnedi Jamil beberapa jam setelah diberitakan, Sabtu (4/1/25).
Melalui sambungan telepon WhatsAppnya, Gusnedi yang akrab disapa Jeje mengatakan, jika perihal pemotongan honor untuk kegiatan program unggulan Bupati Bengkalis itu merupakan hal yang wajar dan dilakukan hampir seluruh Kelurahan yang ada di Kecamatan Mandau.
“Kenapa pulak diberitakan, inikan hal yang wajar. Kelurahan lain juga melakukan hal yang sama,”ujarnya dengan nada sinis kepada jagariau.com.
Masih kesal dengan pemberitaan tersebut, lantas Jeje mendesak agar jagariau.com membuka identitas siapa gerangan oknum RT dan RW yang mengeluhkan pemotongan honor tersebut.
“Siapa RT nya yang tidak setuju itu, siapa orangnya,”ujarnya sembari mendesak.
Seperti diberitakan sebelumnya, honor RT dan RW di Kelurahan yang menjadi barometer dari segi besarnya jumlah penduduk se Kabupaten Bengkalis itu dipotong sebesar Rp 260 ribu untuk pembelian baju seragam olahraga sempena pelaksanaan program unggulan Sabtu Sehat, Ceria Bangkitkan Ekonomi Keluarga (Sehari Boga) yang digelar Kelurahan Air Jamban pada Sabtu (11/1/25) mendatang.
Adapun baju olahraga itu berbentuk kaos atasan berwarna putih dipadu warna biru, bertuliskan ‘Bermasa’ dan dilengkapi dengan logo Pemerintah Kabupaten Bengkalis serta dilengkapi topi.
Hal tersebut tentu saja menjadi keluhan tersendiri sejumlah Ketua RT yang ada di Kelurahan Air Jamban tersebut.
“Kepentingan untuk siapa, kenapa kok honor kami yang dipotong, ada apa ini,”keluh salah seorang sumber yang juga mengaku sebagai Ketua RT di Kelurahan Air Jamban dan tidak ingin disebutkan identitasnya.
Dikatakan sumber tersebut, ditahun sebelumnya baju seragam tidak pernah dipungut biaya, namun kali ini sangat jauh dari batas kewajaran.
“Jangan nanti yang berbuat oknum, semuanya kena imbas. Kalau cerita potong memotong, lebih baik dilakukan kepada ASN atau yang berpenghasilan tetap, kok kami RT dan RW ini dibebankan. Sementara honor kami hanya cair sebulan menjelang pergantian tahun kemarin, dimana letak hati nuraninya,”ungkapnya
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Lurah Air Jamban, Rifky Elliyaningsih. Saat dikirimi konfirmasi resmi melalui pesan singkat WhatsAppnya tak kunjung berbalas.*











