Jagariau – DURI – Sungguh miris, Perangkat yang semestinya menjadi aset yang mesti diperhatikan, malah bertolak belakang nasibnya.
Seperti yang terjadi di Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Bengkalis. Honor Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dipotong sebanyak Rp 260 ribu. Anehnya, pemotongan itu diperuntukkan pembuatan baju seragam olahraga kegiatan Program Unggulan Bupati Bengkalis dan digunakan saat kegiatan Sabtu Sehat, Ceria Bangkitkan Ekonomi Keluarga (Sehari Boga) pada Sabtu (11/1/25) mendatang.
Terang saja, potongan honor tersebut membuat riak riak ibarat api dalam sekam dan menunggu gelombang protes besar dari korbannya.
“Kepentingan untuk siapa, kenapa kok honor kami yang dipotong, ada apa ini,”keluh salah seorang sumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
Menurut sumber yang layak dipercaya itu memaparkan, baju seragam berwarna putih dipadu warna biru dan dilengkapi topi itu semestinya tidak layak dihargai ratusan ribu. Bahkan bahannya juga diluar harapan.
“Diseragam baju itu terdapat logo Pemkab Bengkalis dan bertuliskan ‘BERMASA’. Apa program ini tidak ada dananya sampai harus memotong honor RT dan RW?,”ucapnya sembari bertanya.
Dikeluhkan lagi sumber tersebut, ditahun sebelumnya baju seragam tidak pernah dipungut biaya, namun kali ini sangat jauh dari batas kewajaran.
“Jangan nanti yang berbuat oknum, semuanya kena imbas. Kalau cerita potong memotong, lebih baik dilakukan kepada ASN atau yang berpenghasilan tetap, kok kami RT dan RW ini dibebankan. Sementara honor kami hanya cair sebulan menjelang pergantian kemarin, dimana letak hati nuraninya,”ungkapnya.
Menanggapi keluhan pemotongan baju seragam tersebut, Lurah Air Jamban, Rifky Elliyaningsih saat dikonfirmasi melalui sambungan pesan singkat WhatsAppnya, Sabtu (4/1/24) hingga berita ini diturunkan tak kunjung berbalas.
Seperti diketahui, Kelurahan Air Jamban memiliki 138 RT dan 28 RW dalam melayani puluhan ribu Kepala keluarga (KK) sekaligus dinobatkan sebagai barometer dari segi jumlah penduduk Kelurahan terpaksa se Kabupaten Bengkalis.*











