Rabu, Juni 3, 2026
Beranda MERANTI Polres Meranti Gagalkan Penyelundupan 15,6 Kilogram Shabu

Polres Meranti Gagalkan Penyelundupan 15,6 Kilogram Shabu

Jagariau – MERANTI – Genderang perang akan peredaran Narkotika dan Obat obatan terlarang (Narkoba), Satuan Reserse Narkotika dan Obat obatan terlarang (Satresnarkoba) Polres Kepulauan Meranti kembali menggagalkan peredaran 15,6 Kilogram Shabu. Dalam pengungkapan besar ini, Polres Meranti dibantu tim IT Polda Riau.

Menurut keterangan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan, serbuk kristal perusak syaraf itu diamankan dalam penangkapan seorang warga Bengkalis berinisial Her (25), Sabtu (9/11/24). Dari tangan pelaku, Polisi menemukan belasan kantong hijau merk Chinese Pin Wei yang berisikan Shabu.

Selain bungkusan berwarna hijau itu, shabu juga disimpan dalam kantong asoi berwarna hitam. Dimana, shabu dengan berat bersih 15,663.04 Kilogram dimasukkan dalam dua tas hitam yang mana tas itu disimpan dalam karung goni.

“Pengungkapan ini dibackup BC Bengkalis yang BKO di Selatpanjang dan dibantu tim IT Polda Riau,”terang AKBP Kurnia Setyawan.

“Kami harus apresiasi tim Satresnarkoba yang berhasil mengungkap peredaran narkoba ini. Ini besar, BB nya banyak,” tambahnya.

Kapolres juga berharap, kedepannya Satresnarkoba Polres Kepulauan Meranti bisa mengungkap penyalahgunaan narkoba lainnya.

Perwakilan Bea Cukai, Enrico mengatakan, pihaknya senantiasa terbuka berkolaborasi dengan Kepolisian.

Pelaku sendiri saat diinterogasi mengaku baru kali ini terlibat dalam peredaran narkoba. Pelaku juga mengaku hanya mendapat upah Rp 20 juta untuk sekali jalan membawa barang haram itu.

Dalam pengungkapan belasan Shabu itu, Polisi juga menyita barang bukti lainnya berupa karung goni, dua buah tas berwarna hitam, satu unit Handphone (HP) dan sepeda motor.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dan seluruhbsrang bukti telah berada di Mapolres Kepulauan Meranti.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments