Jumat, Oktober 30, 2026
Beranda PELALAWAN Usai Pemilu, Warga Pelalawan Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Rambutan

Usai Pemilu, Warga Pelalawan Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Rambutan

Jagariau – PELALAWAN – Penemuan mayat gantung diri ditemukan di sebuah pohon rambutan, Desa Sidomukti, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan. Korban diketahui seorang petani berinisial WA (55). Korban ditemukan tewas gantung diri tepat sehari setelah hari pemungutan suara Pemilu 2024, Kamis (15/2/24).

Kabar duka itu sempat beredar dengan manyatakan jika korban merupakan tim sukses (timses) dari salah satu calon anggota legislatif (caleg). Namun hal tersebut buru buru dibantah Kapolres Pelalawan, AKBP Suwinto.

“Iya ada kejadiannya, tapi yang bersangkutan bukan timses,”tegasnya, Selasa (20/2/24).

Dari hasil penyelidikan Sat Reskrim Polres Pelalawan, korban pada pagi hari sebelum ditemukan tewas gantung diri, sempat membagikan mesin air kepada warga didekat rumahnya.

Sekira pukul 09.00 WIB, korban meminjam sepeda motor milik temannya bernama Soleh, untuk pergi ke kantor desa melihat hasil Pemilu.

Namun sayang, setelah beberapa jam, korban tidak kunjung kembali. Soleh kemudian mencari keberadaan korban di sekitar desa dan kebunnya, tapi tidak ditemukan.

“Sementara itu di tempat terpisah, Paimun yang sehari hari bekerja di kebun korban, melihat sepeda motor terparkir di kebun karet. Ketika didekati, Paimin melihat korban tergantung di pohon rambutan dengan tali putih yang melilit lehernya,”ujar Kapolres

Mendapati hal itu, Paimun kemudian melapor kepada Soleh dan rekan-rekan lainnya. Namun saat warga mendatangi TKP korban sudah tak bernyawa.

Personel Reskrim Polsek Pangkalan Kuras melakukan olah TKP dan mendatangi korban yang sudah dibawa ke Puskesmas Pangkalan Kuras. Hasil visum luar oleh dokter jaga menunjukkan adanya bekas tali di leher korban yang menyebabkan kematiannya. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik lainnya.

“Pihak keluarga menerima dengan ikhlas atas meninggalnya korban dan tidak akan menuntut pihak manapun. Mereka juga menolak untuk dilakukan otopsi,”pungkasnya.(Nov/Ckp)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments