Jumat, Juli 31, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Kualitas Udara Pekanbaru di Level Tidak Sehat

Kualitas Udara Pekanbaru di Level Tidak Sehat

Jagariau – PEKANBARU – Ahad (1/10/23) pagi, kualitas udara di Kota Pekanbaru terpantau berada di level tidak sehat. Hal itu dapat dilihat langsung secara real time melalui website https://www.bmkg.go.id/kualitas-udara/informasi-partikulat-pm25.bmkg.

Pada website tersebut dapat dilihat konsentrasi partikulat (PM10) di Pekanbaru pagi ini menunjukkan angka 99.80 ugram/m3. Angka itu menunjukkan kualitas tidak sehat atau berada di level kuning.

Udara tidak sehat ditandai dengan warna cokelat dengan konsentrasi partikulat 55,5 – 150,4 ugram/m3. Udara sangat tidak sehat ditandai dengan warna merah dengan konsentrasi partikulat 150,5 – 250,4 ugram/m3.

Udara berbahaya ditandai dengan warna hitam 250,4 dengan konsentrasi partikulat lebih besar 250 ugram/m3.

“Pagi ini asap terasa pekat sekali. Buka pintu langsung terasa bau asap,”ujar Yanti warga Simpang Tiga, Ahad (1/10/23).

Yanti mengaku kondisi seperti ini memang sudah terjadi beberapa hari, terparah kemarin.

“Kemarin itu saya kira mau hujan, tapi kok bau asap. Karena memang sampai pekat gitu nampak. Rupanya memang asap. Saya baca di berita juga katanya asap kiriman dari daerah tetangga. Bisa gawat ini,”ucapnya.

Dia berharap kondisi itu dapat segera diatasi Pemerintah.

“Jangan sampai kejadian tahun 2019 lalu terulang kembali di Pekanbaru. Harapannya Pemerintah bisa gerak cepat. Jangan sampai kita pakai masker kayak dulu lagi. Covid-19 selesai, malah muncul asap,”keluhnya.

Diberitakan sebelumnya, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Provinsi Riau. Dalam beberapa hari terakhir ini tampak kabut asap menyelimuti bumi lancang kuning.

“Beberapa hari ini Riau memang terjadi kabut asap akibat kebakaran yang terjadi di beberapa wilayah seperti di Pelalawan dan juga Inhu,”jelas Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ramlan, Sabtu (30/9/23).

Di samping itu, banyak juga kabut asap yang terjadi di sekitar Jambi dan Palembang sehingga menambah akumulasi kabut asap di Provinsi Riau karena arah angin dari tenggara.

“Untuk luasan area terbakar dapat dikonfirmasi ke BPBD,”sebutnya.

Untuk jarak pandang, dikatakan Ramlan masih diatas 3 Kilometer sehingga masih aman untuk take off dan landing pesawat.

“Jarak pandang kurang dari 1 Kilometer tidak aman untuk landing. Kondisi jarak pandang lebih kecil dari 1 Kilometer ini lebih sering terjadi pagi hari antar pukul 6 – 7 WIB,”pungkasnya.(Hen/Cakaplah.com)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments