Selasa, Juli 28, 2026
Beranda Riau BENGKALIS Modus Baru Penipuan Bantuan Rumah Ibadah, Pelaku Raup Belasan Juta Dari Pengurus...

Modus Baru Penipuan Bantuan Rumah Ibadah, Pelaku Raup Belasan Juta Dari Pengurus Mesjid di Bengkalis

Jagariau – BENGKALIS – Sungguh malang nasib Basri, salah seorang pengurus Mesjid Jamiatul Ikhlas di Jalan Bantan, Desa Senggoro, Bengkalis yang menjadi korban modus baru aksi penipuan bantuan rumah ibadah.

Awalnya Basri yang juga sebagai Ketua Panitia pembebasan lahan untuk perluasan bangunan, mengaku dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp (WA) telepon genggamnya oleh seseorang yang mengaku Wakil Bupati Wabup Bengkalis, Bagus Santoso. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku juga menggunakan foto Bagus Santoso di profilnya.

Dalam komunikasinya, pelaku mengakui telah mentransfer sejumlah uang kenomor rekening Panitia pembebasan lahan Mesjid Jamiatul Ikhlas dengan beberapa transferan dan dengan jumlah berbeda diantaranya dari Bupati Bengkalis, Kasmarni, Rp 20 juta, Wabup Bagus Santoso, Rp 18 juta, Sekda Bustami HY, Rp 45 juta, Ketua DPRD, Khairul Umam, Rp 30 juta dan dari Staf Dinas Sosial atas nama Maulana Ikhsan, Rp 22 juta.

Namun si penipu mengaku kalau uang yang ditransfer itu salah dan sebagian uang itu mesti ditransfer ke rekening Panti Asuhan, tidak ke Mesjid semua.
Melihat dari bukti-bukti transfer yang dikirimkan ke nomor Basri, dirinya percaya kalau pelaku telah mentransfer sejumlah uang ke rekening pembangunan Mesjid.

“Kebetulan Mesjid kita memang sedang membutuhkan dana untuk pembangunan dan pembelian lahan di belakang mesjid. Pengurus bahkan membuat baliho yang kita pasang di depan mesjid terkait dana yang kita butuhkan,”ujar Basri.

Karena mengaku salah transfer, si penipu terus mendesak Basri untuk mengembalikan uang kelebihan tersebut agar dikembalikan dengan cara mentransfer kembali ke nomor rekening yayasan yang diungkapkan pelaku.

“Saya sempat katakan ini malam tak mungkin saya transfer, apalagi untuk menarik uang mesjid itu harus Ketua dan Bendahara yang datang ke Bank,”ungkap Basri.

Namun pelaku terus menerus mendesak dengan berbagai alasan, bahwa sebagian uang tersebut harus ditransfer ke panti asuhan pada malam itu juga. Karena yakin uang infaq tersebut sudah masuk ke rekening mesjid karena ada bukti transfer, maka Basri berinisiatif mengirimkan kelebihan uang tersebut menggunakan uang pribadinya yang ada di salah satu Bank.

“Kebetulan uang saya ada si salah satu Bank sebanyak Rp 48 juta. Maka dengan uang itulah saya transfer yang katanya uang untuk yayasan itu. Masing-masing saya kurangi separo. Tapi, uang dari Ketua DPRD sebeanyak Rp 30 juta, tak bisa saya kirimkan separuhnya, karena uang saya sudah habis,”kisah Basri.

Pelaku yang mengaku sebagai Bagus Santoso kemudian meminta Basri dan pengurus mesjid untuk menunggu dirinya, Bupati, Sekda dan Ketua DPRD di mesjid pada Ahad pukul 13.00 WIB, untuk penyerahan langsung secara simbolis dengan membawa stempel mesjid untuk keperluan Surat pertanggung jawaban (SPJ).

Masih belum sadar jadi korban penipuan, Basri tetap menunggu penipu yang mengaku sebagai staf Dinas Sosial pada Ahad (19/2) siang usai Shalat Zuhur bersama Ketua mesjid dan pengurus lainnya hingga pukul 15.00 WIB, namun pelaku tak kunjung datang.”Saya hubungi nomornya, tak aktif,”tuturnya.


Akhirnya Basri mulai curiga, dirinya lalu mendatangi Panti Asuhan Sayang Dermah yang tidak jauh dari Mesjid Jamiatul Ikhlas. Kecurigaan Basri bertambah saat pengurus panti asuhan mengatakan tidak ada pejabat yang akan hadir menyerahkan bantuan,”Saya lalu konsultasi ke teman saya, jelas lah saya tertipu,”kesalnya.

Wabup Bengkalis, Bagus Santoso saat dihubungi mengaku prihatin atas musibah yang menimpa salah seorang pengurus Mesjid tersebut. Menurutnya, dalam sepekan sudah ada dua orang pengurus mesjid yang menghubungi dirinya soal bantuan rumah ibadah itu.

“Kejadian ini sudah kesekian kali, dan sering saya ingatkan jangan mudah percaya dan tolong dikroscek sebelum melakukan tindakan apapun. Untuk bantuan rumah ibadah mesjid, mushola atau apapun, itu aturannya sudah jelas. Tidak mungkin langsung Pak Sekda atau saya yang transfer. Sekali lagi jangan mudah percaya. Apapun informasi yang diterima, mohon disampaikan kepada pengurus yang lain dan dikroscek kebenarannya,”terangnya menghimbau.(hen)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments