Jagariau – DURI – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KomNas PA) Refri Amran Daud secara gamblang menyatakan rasa kekecewaannya kepada Bupati Bengkalis, Kasmarni saat Gelar kegiatan Sosialisasi Perlindungan dari Tindak Kekerasan Pada Anak untuk Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) Serta Mewujudkan Sekolah Ramah Anak – Sekolah Sahabat Keluarga di Kabupaten Bengkalis yang dilaksanakan pada Sabtu (22/10/22) lalu disalah satu Hotel berbintang Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis.
Kekecewaan itu cukup beralasan, pasalnya Bupati perempuan pertama di Bengkalis itu terkesan cuek dalam acara yang diselenggarakan KomNas PA yang didukung pihak ketiga, PT Pertamina Hulu Rokan dan dihadiri Manager Corporate Affairs ASSETS North, Rudi Arief dan diikuti 100 peserta Ketua PAUD yang berasal dari Kecamatan Mandau, Bathin Solapan, Pinggir dan Talang Muandau meski telah menerima undangan resmi dari panitia pelaksana.
“Sangat disayangkan, jujur kami kecewa dengan sikap Ibuk Bupati. Padahal disaat bersamaan, Bupati juga datang diacara lain yang tempat pelaksanaannya kegiatan masih satu gedung dengan kegiatan ini. Mirisnya, undangan kegiatan kami sampaikan langsung ketangan beliau beberapa hari sebelum acara dilaksanakan,”ujar Refri didampingi Sekretarisnya, Peni Wulandari, Senin (24/10/22).

Dikatakan Refri, padahal kegiatan itu juga berkaitan dengan akan terbentuknya Kota Layak Anak di Kabupaten Bengkalis.”Padahal jika beliau hadir, tujuan kami cukup mulia dengan memberitahu kepada seluruh undangan jika beliau mendukung mewujudkan Kota Laya Anak dinegeri ini hingga mempopulerkan keseluruh peserta salam tiga jari Bermasa,”kesalnya.
Apalagi, tambah Refri, dukungan yang diberikan pihak ketiga dalam hal ini ada perwakilan PT PHR cukup serius.”Tapi Bupati seakan cuek dan malah mengutus wakilnya, dalam hal ini dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Toharidin. Akan tetapi kita tetap berterimakasih dan berfikir positif,”tambahnya.
Namun tanpa kehadiran orang nomor satu di Negeri berjuluk Sri Junjungan itu, kegiatan tetap berlagsung hingga usai dengan harapan, seluruh pihak dapat terlibat dalam menurunkan angka kasus kekerasan terhadap anak dan terciptanya Kota Layak Anak di Kabupaten Bengkalis.(hen)











