Jagariau – PEKANBARU – Tingginya harga Sambako, khusus Cabai di Riau membuat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindag UKM) Riau angkat bicara.
Hasil pantauan pihaknya disejumlah Pasar tradisional di Pekanbaru, harga cabai dari Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) mencapai Rp 75 hingga 80 ribu. Sementara pasokan cabai dari Pulau Jawa tidak tersedia seperti biasanya.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Disperindagkop UKM Riau, M Taufiq OH melalui Kepala bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri, Lisda Erni.
“Cabai yang masuk sekarang hanya dari Bukittinggi. Dihari biasanya saja harganya lebih tinggi dari cabai manapun. Sedangkan harga cabai dari Pulau Jawa tidak ada dipasaran,”ujarnya.
Dikatakan Lisda, alasan tidak masuknya cabai Jawa di Riau disebabkan perubahan dari iklim saat ini.”Cabai Jawa tidak masuk ke Sumatera dikarenakan stok disana saja tidak mencukupi dengan adanya gagal panen akibat perubahan iklim, sementara permintaan cabai di Sumatera cukup tinggi. Namun demikian, kita tetap lakukan pengawasan untuk menghindari permainan harga cabe,”tegasnya berjanji.(Mel)











