Jagariau – DURI – Kabar duka kembali menghampiri dunia pendidikan di Kecamatan Mandau, Kota Duri, Kabupaten Bengkalis. Melalui unggahan di media sosial (Medsos) dengan nama “Info Warga Duri” mencurahkan isi hatinya terkait kutipan disekolah buah hatinya, Rabu (24/7/24).
Setelah 15 jam nongol diberanda, curhatan itu setidaknya mendapat respon luas dari nettizen yang simpatik hingga mengundang puluhan komentar dan like.
Berikut petikannya, “Lagi pusing ,,,, setiap masuk sekolah banyak pengeluaran ,,,, dikutip untuk bayar perbaikan kelas ,,,, belum lagi wajib beli buku LKS ,,,,”.
Akan postingan itu, warganet dengan nama Jokki Efendi tak sungkan berkomentar pedas dengan mengatakan “Ada yg tau dimana dukun santet yg gacor.. Setiap sekolah pasti ada oknum guru yg mendalangi pungli.. Orang itu aja disantet.. Karena kalau mau lapor kemana..?? Ke dinas pendidikan..?? Pret taek kering…,”tulisnya.
Selain Jokii, Muchktar Prayoga Saputra juga mengomentari curhatan itu dengan “insya Allah ditanggapi tpi harus ada buktinya jika sekolah tersebut melakukan pungli karena udah banyak sekolah yg ada di duri ini dilaporkan ke kantor dinas pendidikan karena pungli disekolah dan udah banyak juga yg diusut,”timpalnya.
Guna memastikan curhatan dikolom medsos warganet lokal tersebut, jagariau.com mencoba menelusurinya dan mendapati jika sekolah yang dimaksud ternyata terletak di jantung Kota Duri.
Saat berbincang melalui daring, oknum wali murid itu mengeluhkan jika SMPN 4 Mandau tempat buah hatinya meninbA ilmu acap kali membebani wali murid dengan kutipan bermodus perbaikan ruang belajar sebesar Rp 50 ribu, namun dirinya mengaku sama sekali belum memenuhi kutipan itu.
Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Mandau, Vera Imelda melalui Wakilnya Bidang Kesiswaan, Rosmeri secara tegas membantah tudingan kutipan tersebut. Menurutnya, pihaknya sama sekali tidak mengetahui adanya kutipan seperti yang dicurahkan salah seorang oknum wali murid di medsos itu.
“Itu tidak benar, sama sekali tidak benar. Kami pastikan tidak benar. Sekolah sudah ada dana bos kok,”jawabnya.
Dikatakan Meri panggilan akrabnya, selain menyesalkan sikap oknum wali muridnya itu, pihaknya juga menyayangkan aksi curhatan tersebut.”Semestinya langsung ke saya atau pihak sekolah bertanya, ini kok dimedia sosial. Apa maksudnya? Terimakasih atas informasinya, kami akan kumpulkan seluruh wali murid melalui komite terkait hal ini,”janjinya.(Hen)











