Selasa, September 15, 2026
Beranda KAMPAR Dilanda Flu Burung, Ratusan Ayam di Kampar Mati

Dilanda Flu Burung, Ratusan Ayam di Kampar Mati

Jagariau – PEKANBARU – Wabah flu burung kembali datang, akibatnya, ratusan ayam mati mendadak. Kejadian itu terjadi di Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar dalam sepekan terakhir.

Berita kematian ratusan unggas itu diungkapkan Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Pemprov Riau, drh Faralinda Sari.

Guna menindaklanjuti wabah itu, pihaknya telah mengambil langkah terkait kematian ratusan ayam tersebut seperti mengirim Sempel liur ayam ke Laboratorium BVET Bukittinggi.

Dikatakan Faralinda, meskipun hasilnya belum keluar, namun kematian ratusan ayam itu dinyatakan sudah positif H5N1 atau flu burung.

“Ayam mati mendadak di Desa Koto Masjid, XIII Koto Kampar itu positif flu burung atau avian influenza (H5N1),”ungkapnya.

Faralinda mengatakan, kematian ratusan ayam akibat flu burung itu baru terjadi di Kabupaten Kampar. Pihaknya belum mendapatkan laporan ada atau tidaknya unggas di daerah lain yang ditemukan mati mendadak.

Faralinda juga meminta agar masyarakat segera melaporkan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di Pemerintah daerah masing-masing atau ke petugas Puskeswan setempat, jika ada kematian ayam yang cukup tinggi.

“Diharapkan agar warga menjalankan biosekuriti di wilayah kandang. Mulai dari pembatasan lalu lintas orang dari luar, menempatkan cairan desinfektan di wilayah masuk awal peternakan. Penggantian baju setiap masuk dan keluar kandang dan langsung dicuci setiap harinya sampai dengan pembersihan kandang dan penyemprotan desinfektan yang berkala,”paparnya.

Selain itu, bagi ibu rumah tangga yang berbelanja ke pasar untuk membeli ayam diminta untuk menjaga kebersihan personal, dengan cara mencuci baju yang digunakan dari pasar. Dia juga meminta ibu-ibu mencuci tangan dan peralatan yang digunakan untuk menangani produk unggas dengan sabun.

Meski demikian, Farida menginformasikan Flu Burung tidak menular melalui cara dikonsumsi. Yang perlu dikhawatirkan adalah sekresi, cairan, lendir atau kotoran dari ayam yang menempel pada produk unggas. Virus avian influenza mati ketika dipanaskan pada suhu 80 derajat celcius selama minimal 2-10 menit. Selama produk unggas dimasak secara sempurna, warga tidak perlu khawatir tertular.

Sebagai langkah pencegahan dan waspada, Farida menghimbau warga yang bergejala demam untuk segera memeriksakan diri ke dokter, terlebih jika gejalanya terjadi setelah ada kontak langsung dengan unggas.

Saat ini, tambah Farida, Dinas Kesehatan Pemprov Riau juga telah menerima surat edaran kewaspadaan terkait kasus flu burung dari Kementerian kesehatan (Kemenkes). Hal tersebut menindaklanjuti adanya kasus flu burung pada manusia di Kamboja.(Bil/Rtc)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments