Jagariau – BATHIN SOLAPAN – Guna mencegah angka Stunting, Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis menggelar Rembuk Stunting tahun 2022, berlangsung di Aula pertemuan Kantor Desa, rembukan melibatkan seluruh elemen terkait hingga Kepala desa.
Rembuk Stunting ini menkadi suatu langkah penting yang harus dilakukan Pemerintah guna memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dan mesti dilakukan secara bersama.
Dalam kegiatan itu, Kepala Desa Air Kulim, Syahril MR tampak membuka langsung rembuk Stunting tersebut.
Rembuk Stunting itu juga tampak dihadiri Kepala Puskesmas Balai Makam, Korcam P3MD, PLD, Bidan Desa, TPK Penurunan Stuting Desa, Kader Posyandu, Kepala Dusun, Ketua RT dan RW se-Desa Air Kulim dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Air Kulim, Syahril MR mengatakan bahwa stunting merupakan Kondisi gagal tumbuh pada anak balita (Bayi dibawa 5 tahun) akibat kekurangan gizi sehingga anak terlalu pendek untuk anak seusianya.
“Program pencegahan Stunting ini merupakan program nasional berjenjang yang melibatkan seluruh elemen dan hal ini menunjukkan betapa pentingnya permasalahan stunting,”ujarnya.
Dikatakan Syahril, rembuk stunting Desa Air Kulim merupakan kegiatan sosialisasi dan rencana pengadaan timbangan berat dan tinggi badan balita di 4 posyandu balita di Desa Air Kulim.”Dari kegiatan ini dapat dilaksanakan secara terencana sehingga hasil yang dicapai dapat mengurangi atau menekan angka jumlah Stunting, tambahnya.
Syahril juga berharap melalui kegiatan rembuk stunting ini kiranya masyarakat bisa memahami betapa pentingnya mencegah stunting pada anak dan langkah pencegahannya dapat dimulai dengan kesadaran diri kita selaku orang tua untuk selalu memperhatikan anak dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup.(Bil)











