Sabtu, April 18, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Keberangkatan Haji 2026, Penerbangan mulai 22 April, Berikut Jadwal Lengkapnya

Keberangkatan Haji 2026, Penerbangan mulai 22 April, Berikut Jadwal Lengkapnya

Jagariau – Jadwal keberangkatan jema’ah haji Indonesia 2026 telah dirilis, mencakup berbagai embarkasi di Tanah Air menuju Arab Saudi. Berdasarkan data, penerbangan haji dijadwalkan berlangsung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026.

Seluruh penerbangan dilaporkan berstatus sesuai jadwal, dengan keberangkatan dari sejumlah embarkasi utama seperti Palembang (PLM), Jakarta (CGK), Kertajati (KJT), Surabaya (SUB), dan Batam (BTH).

Mengutip data dari laman resmi Saudi Arlines, Jum’at (17/4/26), mayoritas penerbangan awal diarahkan menuju Madinah (MED), sebelum selanjutnya pada periode berikutnya dialihkan ke Jeddah (JED). Jadwal keberangkatan menggunakan Waktu Indonesia Barat (WIB), sementara kedatangan tercatat dalam Waktu Arab Saudi (WAS).

Penerbangan menuju Madinah dimulai pada 22 April 2026 dengan sejumlah kloter dari berbagai kota. Diantaranya :

  • PLM-1 (Palembang) berangkat pukul 07.10 WIB dan tiba pukul 14.45 WAS
  • JKS-1 (Jakarta/CGK) berangkat pukul 07.10 WIB dan tiba pukul 13.00 WAS
  • JKG-2 (Jakarta/CGK) berangkat pukul 09.10 WIB dan tiba pukul 15.00 WAS
  • KJT-1 (Kertajati) berangkat pukul 09.15 WIB dan tiba pukul 15.10 WAS
  • SUB-1 (Surabaya) berangkat pukul 09.30 WIB dan tiba pukul 18.30 WAS

Keberangkatan berlangsung intensif setiap hari, dengan frekuensi tinggi terutama dari Surabaya yang menjadi salah satu embarkasi tersibuk.

Pada 23 – 30 April 2026, jadwal semakin padat dengan tambahan kloter dari Batam, Palembang, dan Kertajati. Penerbangan bahkan berlangsung hingga dini hari, seperti SUB – 3 yang berangkat pukul 01.10 WIB pada 23 April dan tiba keesokan harinya.

Memasuki awal Mei 2026, arus keberangkatan ke Madinah masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Kloter kloter ini menjadi bagian dari gelombang terakhir menuju Madinah sebelum peralihan tujuan ke Jeddah

  • SUB – 35 (1 Mei, 08.30 WIB)
  • JKS – 8 (1 Mei, 08.50 WIB)
  • KJT – 13 (1 Mei, 15.15 WIB)

Mulai 7 Mei 2026, penerbangan mulai dialihkan ke Jeddah sebagai pintu masuk alternatif. Kloter pertama menuju Jeddah antara lain :

  • SUB – 57 (Surabaya) berangkat 08.15 WIB, tiba 17.00 WAS
  • BTH – 15 (Batam) berangkat 08.25 WIB, tiba 13.50 WAS
  • JKG – 18 (Jakarta/CGK) berangkat 16.55 WIB, tiba 22.40 WAS

Setelah itu, penerbangan menuju Jeddah berlangsung hampir setiap jam dari berbagai kota. Data menunjukkan Surabaya (SUB) mendominasi jumlah kloter dengan frekuensi penerbangan paling tinggi. Hampir setiap hari terdapat lebih dari lima kloter yang berangkat dari kota ini, baik menuju Madinah maupun Jeddah.

Beberapa kloter bahkan memiliki jadwal keberangkatan berdekatan, seperti : SUB – 110 (20 Mei 2026 pukul 15.40 WIB dan SUB – 111 20 Mei 2026 berangkat pukul 16.35 WIB.

Rangkaian jadwal ini berlanjut hingga 21 Mei 2026, dengan kloter terakhir tercatat :

  • SUB – 116 (Surabaya) berangkat pukul 23.00 WIB dan tiba pukul 07.45 WAS keesokan harinya
  • BTH – 25 (Batam) berangkat pukul 21.00 WIB dan tiba pukul 02.25 WAS

Sementara, itu Garuda Indonesia memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh. Fokus utama diarahkan pada aspek keselamatan penerbangan (safety), keandalan armada, serta penguatan layanan ramah lansia seiring meningkatnya jumlah jema’ah lanjut usia tahun ini.

Untuk mendukung operasional haji, Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar, yang terdiri dari 8 armada milik sendiri dan 7 pesawat sewa. Armada tersebut meliputi 6 Boeing 777-300ER, 6 Airbus A330-300, dan 3 Airbus A330-900neo.

Seluruh pesawat dipastikan dalam kondisi prima melalui prosedur perawatan berlapis dalam program aircraft health, serta telah memenuhi sertifikasi otoritas penerbangan Arab Saudi sebagai syarat operasional haji.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengatakan penguatan layanan tahun ini difokuskan pada kebutuhan jemaah lansia yang mencapai sekitar 18.000 orang atau sekitar 18 persen dari total jema’ah, serta jema’ah berkebutuhan khusus.

“Kami menghadirkan layanan yang lebih adaptif dan inklusif, mulai dari asistensi mobilitas di darat dan udara, hingga penguatan peran awak kabin dalam memastikan kenyamanan dan kemudahan jema’ah selama penerbangan. Ini jadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan haji yang tidak hanya aman tetapi penuh empati dan kemudahan bagi seluruh jema’ah,”lanjut Glenny dalam keterangan resminya, Jum’at (17/4/26).

Sebagai bagian dari peningkatan layanan, Garuda Indonesia menyediakan berbagai fasilitas penunjang. Di antaranya wheelchair di setiap embarkasi, ambulift di embarkasi Jakarta dan Solo, bus jema’ah dengan fasilitas toilet, penggunaan garbarata di sejumlah embarkasi, layanan penanganan bagasi khusus, hingga fasilitas buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz.

Selain itu, awak kabin disiagakan untuk memberikan asistensi intensif selama penerbangan, terutama bagi jema’ah lansia dan penyandang disabilitas. Untuk menunjang kenyamanan perjalanan jarak jauh, maskapai juga menyediakan dua kali makanan utama (full meals) dan satu kali makanan ringan (snack), fasilitas hiburan dalam pesawat (inflight entertainment), serta portable bidet di lavatory.

Selain itu, Garuda juga menyiapkan lebih dari 1.085 awak pesawat, yang terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit, serta 139 petugas darat haji guna mendukung kelancaran mobilisasi jemaah di seluruh embarkasi.

Pada musim haji tahun ini, Garuda Indonesia akan melayani sedikitnya 102.502 jema’ah yang terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi, yakni Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok. Pelaksanaan haji 2026 menjadi momentum perdana bagi Garuda Indonesia dalam melayani keberangkatan jema’ah dari embarkasi Yogyakarta melalui Bandara Internasional Yogyakarta.

Pemberangkatan jemaah dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 21 April hingga 21 Mei 2026. Fase keberangkatan menuju Madinah berlangsung pada 21 April hingga 6 Mei 2026, sedangkan menuju Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026. Adapun fase pemulangan dijadwalkan pada 1 hingga 30 Juni 2026.

Penerbangan perdana akan dimulai dengan keberangkatan kloter pertama dari embarkasi Yogyakarta pada Selasa (21/4) pukul 23.40 WIB dengan nomor penerbangan GA 6501 menggunakan armada Airbus A330-300.

Glenny menambahkan, stabilitas biaya haji tahun ini juga didukung oleh peran pemerintah di tengah dinamika harga avtur, sehingga jemaah dapat lebih fokus mempersiapkan ibadah.

“Keberhasilan operasional haji merupakan hasil dari kolaborasi erat lintas ekosistem, mulai dari regulator, otoritas kebandarudaraan, hingga seluruh lini operasional Garuda Indonesia Group mulai dari perawatan pesawat, layanan katering, hingga dukungan kargo. Sinergi ini menjadi fondasi utama kami dalam memastikan mandat besar negara ini dapat dijalankan secara optimal,”tutup Glenny.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments