Selasa, April 21, 2026
Beranda ROKAN HILIR Rendam Brondolan Dialiran Sungai, Darmen Tewas Diserang Buaya

Rendam Brondolan Dialiran Sungai, Darmen Tewas Diserang Buaya

Jagariau – ROHIL – Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Itulah kiranya pribahasa yang tepat ditujukan bagi seorang petani, Darmen (30) warga Kepenghuluan Labuhan Papan, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Darmen ditemukan tewas pada Rabu (10/12/25) malam dengan kondisi mengenaskan akibat ulah buaya lapar saat korban merendam Brondolan sawit diparit bekoan yang berada tak jauh dari aliran Sungai Rokan.

Kapolsek Tanah Putih Tanjung Melawan, Ipda Boni Sagala melalui Kanit Reskrim, Aipda Joan Kurniawan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian yang menyayat hati tersebut. Menurutnya, kejadian itu terjadi pada Selasa (9/12/25) sekira pukul 16.00 WIB saat korban bersama dua saksi, Azif Hasibuan dan Riki usai memanen sawit dikenun milik Saudara Nababan.

“Ketiganya masuk ke parit bekoan untuk merendam berondolan. Tidak lama setelah itu, korban tiba tiba tidak terlihat lagi di lokasi. Kedua saksi berusaha mencari namun tidak menemukan korban,”kisahnya.

Tak berselang lama, paparnya, saksi melihat tubuh korban berada di sisi seberang parit, berjarak sekitar delapan meter, dan sedang diseret seekor buaya besar.

Melihat itu, para saksi berupaya menolong dengan mengejar dan menarik korban, namun gigitan buaya terlalu kuat hingga akhirnya hewan buas itu kembali menyeret korban ke dalam air dan menghilang.

Spontan saksi memberitahu warga dan keluarga hingga pencarian dilakukan bersama pihak Kepolisian. Namun korban gagal ditemukan dikarenakan cuaca yang tidak bersahabat.

Pada Rabu (10/12/25), pencarian dilanjutkan dipimpin Kapolsek, Ipda Boni Sagala bersama personel Polsek Tanah Putih Tanjung Melawan, tim Sat Reskrim Polres Rohil, Tim Identifikasi, Pemerintah setempat, masyarakat dan keluarga korban.

Korban akhirnya baru ditemukan sekira pukul 21.30 WIB saat warga melakukan penyisiran tak jauh dari lokasi awal kejadian.

“Korban ditemukan dengan luka-luka diduga akibat gigitan buaya, terdapat goresan pada paha bagian dalam, perut, dan kepala,”ungkap Joan.

Jenazah lalu dievakuasi menggunakan boat ke kawasan Pertanahan dekat rumah duka. Sayang, Keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan menerima kematian korban akibat serangan hewan buas dan korban dibawa kekampung halamannya di Kisaran, Sumatera Utara guna dimakamkan.

“Kami menghimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar parit dan area yang berdekatan dengan Sungai Rokan, mengingat potensi keberadaan buaya yang cukup tinggi,”pesan Joan.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments