Jagariau – DURI – Akibat aksi perambahan hutan Illegal pada kawasan operasi milik negara pada Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), diduga jadi penyebab merangseknya hewan dilindungi ke pemukiman masyarakat.
Salah satunya seperti yang dirasakan masyarakat Kelurahan Duri Timur beberapa hari lalu hingga kini. Hewan jenis beruang berbulu hitam dirasa sangat meresahkan dengan meluluhlantahkan tanaman masyarakat.
Efeknya, sejumlah aktivitas pertanian yang dijalani masyarakat spontan terbengkalai dan menyebabkan korban materil yang tidak sedikit.
Dibalik rentetan perihal itu, Ketua Rimba Satwa Fondation (RSF) yang berdomisili di Kecamatan Mandau, Zulhusni Syukri akhirnya buka suara. Menurutnya, merangseknya hewan dilindungi itu jangan disalahkan, namun aksi perambahan hutan diarea operasional PT PHR diduga menjadi alasan utama hilangnya sumber makanan hewan itu.
“Kita pertanyakan aksi perambahan hutan ini. Tepatnya diarea 6, membentang hingga Wonosobo yang kini sudah bertukar tanaman menjadi kebun sawit. Bagaimana hewan ini tidak keluar mencari makanan?,”ujarnya.
Dikatakan penggiat satwa ini, semestinya berbagai pihak turun tangan mengatasi hal ini agar konflik manusia dengan beruang ini dapat diatasi.
Terpisah, terkait maraknya aksi perambahan itu, Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida melalui siaran persnya mengaku prihatin atas aktivitas perambahan Illegal oleh pihak yang tidak bertanggung jawab diarea operasional yang merupakan barang milik negara (BMN) dan Objek Vital Nasional (Obvitnas).
“PHR berkoordinasi dengan pihak berwenang, termasuk aparat penegak hukum, untuk mengambil tindakan tegas dalam mengatasi perambahan illegal ini dan senantiasa memprioritaskan dan memastikan keamanan BMN dan Obvitnas serta peduli terhadap lingkungan demi keberlanjutan operasi dan menjaga ketahanan energi nasional,”ungkapnya.
Dikatakan Eviyanti, pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas Illegal dikawasan BMN dan Obvitnas serta melaporkan setiap tindakan mencurigakan melalui hotline bebas pulsa 0800 – 1800 – 123.*











