Jumat, Juni 5, 2026
Beranda NASIONAL Indonesia Berduka, Berikut Kronologi Kepergian Ustd Yahya Waloni di Mimbar Masjid Darul...

Indonesia Berduka, Berikut Kronologi Kepergian Ustd Yahya Waloni di Mimbar Masjid Darul Falah

Jagariau – Inna lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun. Kabar duka datang dari Ustad Muhammad Yahya Waloni atau yang dikenal Ustad Yahya Waloni.

Ustad Yahya Waloni meninggal dunia saat menyampaikan Khotbah Shalat Jum’at di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Yahya Waloni wafat pada usia 55 tahun saat menyampaikan khutbah Jum’at di Masjid Darul Falah, Jalan Aroepala, Minasa Upa, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Jum’at (6/6/25) siang.

Ustad yang dikenal karena latar belakangnya sebagai mantan pendeta itu disebut tiba tiba terduduk diatas mimbar.

Ustad Yahya Waloni sempat terduduk hingga tak sadarkan diri saat menyampaikan khotbah Jum’at kedua.

“Usai khutbah kedua, jatuh dan langsung lemas,”ujar Yusran Uccang (43), warga Minasa Upa, kepada Tribun.

Peristiwa itu sempat membuat prosesi salat Jum’at tertunda.

Ustad Yahya segera dilarikan ke Rumah Sakit Bahagia di Minasa Upa dengan jarak sekitar 100 meter dari lokasi Masjid. Namun nyawanya tidak tertolong.

Wafatnya tokoh kontroversial ini mengejutkan masyarakat, terlebih karena terjadi ditengah suasana perayaan Idul Adha.

Kronologi

Menurut Harfan Jaya Sakti (39), Sekretaris Pengurus Masjid Darul Falah, Ustad Yahya terjatuh sebelum menyampaikan do’a penutup khutbah kedua.

Dijelaskannya, dalam rukun khutbah Jum’at terdapat dua sesi khutbah. Khutbah pertama diakhiri dengan do’a dan jeda duduk sejenak.

Kemudian khutbah kedua kembali dilanjutkan dengan penegasan tentang ketakwaan, shalawat, dan inti sari khutbah sebelum do’a penutup.

Ustad Yahya Waloni sempat terduduk hingga tak sadarkan diri saat menyampaikan khotbah Jum’at kedua.

“Ustad Waloni terjatuh dan tak sadarkan diri usai duduk diantara dua khutbah.

Namun sebelum itu, masih sempat berdiri dan mengingatkan pentingnya bertauhid kepada Allah SWT,”ucap Harfan yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Ustad Yahya lahir di Minahasa, Manado, diketahui sudah dijadwalkan panitia masjid sebagai khatib Jum’at sejak pekan lalu.

Pagi harinya, ia memberikan khutbah Idul Adha disalah satu masjid di pusat Kota Makassar.

Bersama istrinya, Sitti Mutmainnah (34), Ustad Yahya menginap di Hotel Prima, Jalan Dr Sam Ratulangi, sekitar 9,7 kilometer dari Masjid Darul Falah. Sekitar pukul 10.30 WITA, panitia menjemput Ustad Yahya.

Yahya sempat menyaksikan penyembelihan hewan qurban dihalaman timur masjid, sementara sang istri dijamu dirumah salah seorang takmir yang berjarak sekitar 75 meter dari masjid

Pada pukul 11.30 WITA, Ustad Yahya memasuki masjid dan duduk di shaf pertama, membaca surat Al-Kahfi dan berzikir sebelum memulai khutbah.

Detik Detik Jatuh Usai Khutbah

Khutbah Jum’at dimulai pukul 12.05 WITA setelah azan.

Harfan menuturkan, tema khutbah Ustad Yahya berkisar pada kekuatan iman, menyoroti ujian Nabi Ibrahim yang diperintahkan menyembelih putranya Ismail sebagai bukti ketaatan individu, keluarga, dan umat Muslim.

Khutbah berlangsung sekitar 15 menit dengan jama’ah memadati ruangan utama hingga lantai dua.

“Saya berada di lantai dua dan bisa menyimak pesan pesan beliau dengan jelas,”ungkap Prof Dr Syahruddin Usman (61), guru besar Tarbiyah UIN sekaligus jama’ah.

Setelah khutbah pertama selesai pukul 12.25 WITA, Ustad Yahya kembali berdiri untuk menyampaikan khutbah kedua tanpa teks.

Namun, sebelum membacakan do’a penutup, ia tiba tiba memegang dada dan terjatuh di mimbar.

“Saya kira beliau mau minum, tapi tiba tiba terduduk. Jama’ah shaf depan panik. Imam dan pengurus langsung berlari ke depan,”cerita Harfan.

Mata Ustad Yahya sempat terbuka, tetapi Harfan menduga beliau sudah dalam kondisi sakratul maut.

Ustad Yahya tidak sadarkan diri, dan shalat Jum’at pun terhenti sejenak.

Evakuasi dan Kabar Wafat

Tubuh Ustad Yahya kemudian diangkat dan dibawa ke RS Klinik Bahagia Minasa Upa yang berjarak sekitar 100 meter dari masjid.

“Beliau sudah tidak sadar saat dibawa. Kami tidak tahu apakah meninggal di masjid atau di UGD,”ungkap Harfan.

Evakuasi berlangsung sekitar pukul 12.35 WITA.

Shalat Jum’at dilanjutkan kembali pada pukul 13.46 WITA setelah panitia dan jama’ah yang mengantar pulang dari klinik kembali ke masjid.

Sekitar pukul 14.00 WITA, jama’ah bubar dan kabar wafatnya Ustad Yahya mulai tersebar luas di masjid.

Perjalanan Hidup dan Latar Belakang

Yahya Waloni lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 30 November 1970, dengan nama lengkap Yahya Yopie Waloni.

Ia berasal dari keluarga berdarah Minahasa yang dikenal taat dalam menjalankan ajaran Kristen.

Sebelum memeluk Islam, ia pernah menjabat sebagai tokoh agama dalam struktur Badan Pengelola Am Sinode GKI di Tanah Papua, khususnya di wilayah VI Sorong-Kaimana.

Ia juga pernah menjadi Ketua sekaligus Rektor Sekolah Tinggi Theologia (STT) Calvinis Ebenhaezer di Sorong dari tahun 1997 hingga 2004.

Setelah itu, Yahya pindah ke Balikpapan dan sempat mengajar sebagai dosen di Universitas Balikpapan (Uniba) hingga 2006.

Perjalanan spiritualnya berlanjut ketika ia hijrah ke Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Disana, ia mengucapkan dua kalimat syahadat di bawah bimbingan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Kontroversi dan Kasus Hukum

Nama Yahya Waloni cukup sering mencuat di publik karena pernyataan pernyataannya yang kontroversial.

Ia bahkan sempat dijuluki “Ustad Pansos” oleh aktivis media sosial, Denny Siregar.

Pada 26 Agustus 2021, Yahya ditangkap di kediamannya di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Penangkapannya terkait ceramah yang dinilai menyinggung umat agama lain, khususnya ketika ia menyebut kitab Injil sebagai “fiktif” atau palsu.

Ucapan itu dianggap sebagai ujaran kebencian yang bermuatan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

Akibat ceramah tersebut, ia dijerat dengan Undang Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya Pasal 45A juncto Pasal 28 ayat (1).

Selain itu, ia juga dikenai pasal 156a KUHP terkait penodaan agama.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments