Jagariau – DURI – Minimnya pasokan air baku dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui pipa intek ke Waduk Duri Steam Flood (DSF) 125 dikarenakan terjadinya kerusakan pompa dan usia pipa, menyebabkan pasokan air baku hanya dikisaran angka 15 hingga 20 liter/detik, membuat pelayanan ke ribuan masyarakat pelanggan PDAM Tirta Terubuk (TT) Cabang Duri dan sekitarnya terganggu.
Tercatat, sejak 3 Mei 2025, gangguan pasokan air baku mulai terganggu dikarenakan kerusakan pada mesin pompa milik PT PHR yang berada di Sungai Rangau, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Mirisnya, kondisi sulit justru telahbterjadi sejak dua pekan terakhir. Kurang lebih 6.000 an pelanggan PDAM mengalami krisis air bersih hingga tak jarang memanfaatkan penjualan air sumur bor yang dipatok Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu perkubiknya.
Guna mengantisipasi krisis air bersih itu, PDAM TT Cabang Duri telah mengirimi surat resmi ke PDAM TT Pusat di Ibukota Kabupaten Bengkalis dipulau agar mendapatkan solusi air bersih tersebut.
“Kami sudah menyurati PDAM TT Pusat guna memberitahukan kondisi terkini sekaligus meminta arahan dan petunjuk akan kondisi ini. Mudah mudahan secepatnya ada solusi,”terang Kepala Cabang (Kacab) PDAM TT Cabang Duri, Darwin Ginting, Sabtu (31/5/25).
Dikatakannya, kepada seluruh pelanggan PDAM, pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan pihaknya terus berusaha mencari solusi agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat teratasi secepatnya.
“Kami tidak memang masih jauh dari kata sempurna melayani pelanggan, namun kami berusaha terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat, dan pastinya masyarakat terus berhemat dengan kondisi air saat ini. Mudah mudahan akan segera teratasi dan kita dapat menikmati air bersih seperti sebelumnya dan lebih baik kedepannya,”ucapnya mengakhiri.*











