Jumat, Oktober 2, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Diduga Aksi Tipu Dishub Pekanbaru Terdeteksi, Kirim Foto Usang ke Walikota?

Diduga Aksi Tipu Dishub Pekanbaru Terdeteksi, Kirim Foto Usang ke Walikota?

Jagariau – PEKANBARU – Aksi rekayasa diduga dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru dengan mengirimkan foto usang terkait sosialisasi kepada juru parkir akan penurunan tarif parkir mulai tercium sejumlah pihak. Terutama sekali media

Pasalnya, program Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho semasa kampanye wajib ditunaikan tanpa alasan apapun. Hal tersebut juga diduga bertentangan dengan perangkat Dishub dan pengelola parkir di Kota berjuluk bertuah tersebut.

Bahkan, foto tersebut sampai kepada Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, yang sedang retret di Akmi Magelang, Jawa Tengah.

Terkait foto itu saat dilakukan penelusuran, foto itu diduga diambil di depan Ramayana atau Sukaramai Trade Center (STC) Jalan Jenderal Sudirman.

Saat sampai di lokasi, tidak satu pun juru parkir yang melakukan pungutan di depan STC. Bahkan, tak banyak kendaraan yang diparkiran di sana.

Kemudian, tenda tenda pedagang kaki lima yang ada di dalam foto tak lagi ditemukan di lokasi tersebut. Trotoar di depan STC tersebut tak lagi ditempati pedagang kaki lima dan bersih dari parkir kendaraan.

Selanjutnya dari sisi gedung yang ada di dalam foto, menunjukkan ada perbedaan dari segi warna dan merek toko. Terlihat juga dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang masih dipadati oleh pedagang kaki lima, sementara saat ini JPO tersebut sudah bersih dari PKL.

Dari foto tersebut, diketahui sosialisasi itu dilakukan Dishub Pekanbaru pada tahun 2017 lalu. Pasalnya spanduk dan gedung yang ada di dalam foto sama dengan foto berita yang dipublis pada tahun 2017 lalu oleh salah satu media online.

Terkait sosialisasi tersebut, Asri, salah seorang juru parkir di sekitar STC mengaku belum menerima sosialisasi dari Dishub Pekanbaru kepada mereka. Bahkan, sampai saat ini dia masih ditekan oleh operator untuk tetap menyetor sesuai angka sebelumnya.

“Sampai sekarang belum ada sosialisasi, kami saja masih diminta setoran sama. Sedangkan tarif parkir sudah turun. Jadi kami mau gimana. Kalau tak setor, dibilang cek potensi nanti, dah pasti diganti kami, cek potensi alasannya aja,” ujarnya.

Dikatakan Asri, belum ada kepastian terhadap tarif yang harus dimintanya kepada pengendara. Di satu sisi harus mengikuti aturan Perwako, di sisi lain jukir harus membayar setoran sama persis dengan setoran tarif parkir sebelum turun.

“Jadi harus bayar setoran yang masih tinggi. Kami setor sesuai yang diminta, dan saya cuma dapat Rp 30 ribu sehari, kita berkeluarga,”ungkapnya.

Dia berharap, setoran yang harus dibayarkannya dapat disesuaikan dengan tarif parkir saat ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Kepala UPT Perparkiran Dishub Kota Pekanbaru, Radinal Munandar.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments