Jagariau – DURI – Curahan hati seorang pedagang yang sehari-hari berjualan di depan pagar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 20 Mandau yang sempat menjadi perbincangan di media sosial beberapa hari terakhir, mendapat tanggapan dari pihak sekolah. Menyikapi hal tersebut, nahkoda sekolah itu, Rosniati memberikan klarifikasi terkait kondisi yang sebenarnya terjadi. Penjelasan tersebut disampaikan sebagai upaya meluruskan informasi yang beredar sekaligus memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat mengenai peristiwa tersebut.
Didampingi sejumlah guru dan Ketua Komite SDN 20 Mandau, Tika menyatakan, jika pengusiran seperti yang digembar gemborkan tersebut tidak benar. Menurutnya, tujuan agar pedagang yang berjualan didepan sekolah pindah kedalam menjadi tujuan utama agar aktifitas lalu lintas tidak terganggu.
“Badan jalan didepan sekolah sudah sempit, jangan lagi diperparah dengan adanya pedagang yang berjualan. Jika nantinya terjadi hal hal yang tidak diinginkan, siapa yang disalahkan, kan sekolah juga,”ujarnya.
Dikatakan Rosniati yang baru saja menjabat salah satu Kepala SDN di Jalan Kesehatan, Kelurahan Babussalam itu, pihaknya tidak pernah mematok sumbangan uang kebersihan bilamana pedagang tersebut berjualan didalam lingkungan sekolahnya.
“Memang pedagang kantin yang sudah lebih dulu berjualan didalam itu memberikan sumbangsih kesekolah Rp 20 ribu, namun jika penghasilan pedagang yang dipindahkan ini jauh lebih kecil, tak mungkin pula kita haruskan seperti pedagang sebelumnya. Kami juga punya hati nurani, karena seluruh fasilitas disediakan sekolah,”paparnya.
Senada, Ketua Komite SDN 20, Tika mengatakan, jika sosialisasi secara lisan sudah jauh jauh hari disampaikan ke sejumlah pedagang yang menjajakan dagangan didepan sekolah dan bukan yang sifatnya dadakan.
“Sebagai pendukung kebijakan sekolah, kami juga sudah mensosialisasikan larangan berjualan didepan pagar sekolah yang dapat mengganggu arus lalu lintas, hingga kecelakaan. Namun apalah daya, pedagang tetap berjualan. Padahal, niat sekolah baik agar lingkungan sekolah tertata rapi,”jelasnya.
Tika juga menjelaskan, Keseriusan sekolah menekan resiko kecelakaan akibat sempitnya jalan dikarenakan kehadiran pedagang ini sudah sesuai ketentuan menurut kami, salah satunya dengan membuat dan memasang spanduk bertuliskan larangan berjualan disepanjang pagar depan sekolah agar dapat dipahami.
“Mudah mudahan tidak terjadi lagi kesalahan pahaman. Kami tidak mematikan rezeki orang, namun berjualanlah ditempat yang benar dan tidak merugikan orang banyak. Nantinya sekolah juga akan memakai jasa mobil sampah untuk mengangkat limbah dan menghindari polusi udara, karena masyarakat sekitar sekolah pernah mengeluhkan yang ditimbulkan akibat pembakaran sampah,”pungkasnya.*











