Rabu, Juli 8, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Diduga Dicabuli Kiyai, Santriwati di Kuansing Lahirkan Bayi di Pondok Pesantren

Diduga Dicabuli Kiyai, Santriwati di Kuansing Lahirkan Bayi di Pondok Pesantren

Jagariau – KUANTAN SINGINGI – Dunia tampak sudah tua. Itulah ungkapan yang tepat ditujukan akan kejadian yang menimpa seorang Santriwati yang melahirkan di Pondok Pesantren Nurul Tauchid, Desa Sumber Jaya, Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, warga pun dibuat heboh, akhir pekan lalu.

Santriwati berinisial AF, anak dari Bsr dan Lth diketahui melahirkan seorang anak di Pondok Pesantren yang beralamat di Dusun Mekar Jaya, Desa Sumber Jaya, Singingi Hilir pada 28 Juni lalu.

Hingga Kamis, (2/7/26), belum ada laporan resmi dari pihak korban maupun  masyarakat sekitar ke pihak Kepolisian hingga terkesan kejadian pilu tersebut ditutup tutupi.

Tepat Selasa malam (7/7/26) kemarin, sejumlah pemuda mendatangi sebuah rumah warga yang diduga sebagai korban pelecehan seksual seorang oknum Kyai pengasuh pondok pesantren berinisial I.

Kedatangan para pemuda dipicu kabar yang menyebut sedikitnya ada lima santriwati diduga menjadi korban pencabulan. Hingga ada yang hamil dan melahirkan.

“Itu sekarang heboh,” kata warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Warga maupun keluarga korban terkesan memilih diam karena merasa takut dan segan terhadap pengelolah ponpes yang dikenal sebagai seorang kyai sekaligus tokoh agama.

“Kami panggil I tadi malam di rumah salah satu korban. Korbannya yang ini sudah menikah. Malam itu ia mengaku ada lima korban,” ujar warga lain yang tidak ingin identitasnya disebutkan.

Diketahui, kasus itu mulai mencuat ketika seorang santriwati berinisial AF (23) melahirkan dikamar pondok pesantren tersebut.

AF pun dibawa ke sebuah klinik untuk mendapatkan penanganan medis karena plasenta masih teringgal dirahim.

Peristiwa itu disebut menjadi titik awal terbukanya dugaan pelecehan seksual yang sebelumnya tertutup rapat.

Awalnya AF dikabarkan enggan mengungkap siapa ayah dari bayi yang baru ia lahirkan.

Namun setelah di desak, AF akhirnya mengakui jika ayah biologis bayi yang dilahirkannya adalah I.

“Ini membuat warga marah,” katanya lagi.

Meski demikian, berdasarkan informasi yang diperoleh, permasalahan tersebut kemudian diselesaikan secara kekeluargaan. Namun tak menemui titik terang.

“Sepertinya tak ada jalan damai,” katanya lagi.

Winasi, Bidan yang membantu persalinan saat dikonfirmasi melalui QQsambungan telepon genggamnya tak kunjung tersambung dan saat dikirim pesan singkat juga belum berbalas.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments